Kerusakan lingkungan keselamatan penerbangan capai 60 persen

id kawasan keselamatan operasi penerbangan,bandara hang nadim,batam,penambangan pasir ilegal

Kubangan besar yang terjadi akibat aktivitas penambangan pasir di area KKOP Bandara Hang Nadim Batam. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Penertiban (aktivitas ilegal di KKOP) terus kita lakukan, tidak hanya penambangan pasir, tapi juga perkebunan dan peternakan
Batam (Antaranews Kepri) - Direktorat Pengamanan BP Batam menyatakan kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir ilegal di kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mencapai 60 persen.

"Khusus untuk tambang pasir ilegal ini sudah mengakibatkan kerusakan hingga 60 persen," kata Kepala Seksi (Kasi) Hutan dan Patroli Ditpam BP Batam, Willem Sumanto, di Batam, Selasa.

Willem mengatakan KKOP harus bebas dari segala aktivitas karena bertujuan untuk keselamatan operasional bandara. 

Dia mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas apapun di area KKOP. 

"Coba lihat kubangan sebesar ini ancamannya itu adalah kultur tanah akan semakin rentan dan berbahaya ketika nantinya akan dilakukan perluasan landasan pacu Bandara," ujar Willem.

Willem melanjutkan, luas KKOP sekitar 200 hektare lebih dan kerusakan yang terjadi akibat aktivitas ilegal di area tersebut sudah sangat mengkhawatirkan.

"Penertiban (aktivitas ilegal di KKOP) terus kita lakukan, tidak hanya penambangan pasir, tapi juga perkebunan dan peternakan," ujarnya.

Agar tidak ada lagi aktivitas penambangan pasir ilegal di KKOP, kata Willem, pihaknya kerap melakukan penertiban dan menyita barang-barang yang digunakan untuk aktivitas tersebut.

"Barang bukti sudah kita serahkan ke polisi dan DLH dan itu sudah diproses," papar Willem.

Kondisi yang sama kata Willem juga terjadi di Dam Tembesi. Menurutnya aktivitas penambangan pasir sudah masuk ke kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA).

"Akibatnya itu dam Tembesi mengalami sedimentasi, padahal damnya belum kita gunakan," kata Willem. 

BP Batam kata Willem, berharap pihak-pihak terkait bisa memberikan perhatian lebih terkait permasalahan tersebut. 

"Ini harus menjadi perhatian bersama dan sama-sama harus kita atasi agar kerusakan lingkungan di Kota Batam ini tidak semakin parah," pungkas Willem.

Sebelumnya, Direktorat Pengamanan BP Batam melakukan penertiban lima titik aktivitas penambang pasir ilegal di daerah tangkapan air di Tembesi.

Penertiban dilakukan karena sangat mengganggu lingkungan sekitar, terutama waduk Tembesi yang berada dari lokasi penambangan pasir.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar