PLN investasi Rp5 miliar untuk listrik kawasan pedalaman

id PLN Batam,investasi,listrik,kawasan pedalaman,galang,sijantung

GM Services Business Unit (SBU) bright PLN Batam, Fransis Alzauri menyalakan listrik di salah satu rumah warga di Kelurahan Sijantung, Kota Batam. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Atau bisa juga kita bangun pembangkit di situ. Intinya yang bisa kita jangkau akan kita aliri semuanya
Batam (Antaranews Kepri) - Bright PLN Batam menginvestasikan dana Rp5 miliar untuk melistrik pemukimanan warga Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau yang berada di hinterland atau pedalaman. 

"Alhamdulillah hari ini kami sudah bisa menambah elektrifikasi pelanggan PLN Batam hingga ke Kelurahana Sijantung," kata GM Services Business Unit (SBU) PLN Batam, Fransis Alzauri, di Batam, Kamis.

Fransis mengatakan dari jembatan satu barelang pihaknya membangun sekitar enam kilometer saluran udara tegangan menengah (SUTM). 

Pembangunan SUTM, lanjut Fransis, menelan dana sekitat Rp5 miliar. "Semua investasi itu dikeluarkan oleh PLN, tidak ada sedikit pun dari pelanggan," ujar Fransis.

Menurut Fransis beban yang diberikan kepada pelanggan hanya biaya instalasi dan sertifikat layak operasi (SLO).

"Karena itu sebagai ketentuan undang-undang dan siapa pun pelanggan PLN wajib ada SLOnya," papar Fransis.

Kata Fransis total jumlah pelanggan di Sijantung sekitar 260 Kepala Keluarga (KK).

Setelah Sijantung lanjut Fransis PLN Batam akan mengaliri listrik ke beberapa perkampungan lainnya yang berada di Rempang Cate, Kecamatan Galang Kota Batam.

"Rempang Cate ada 200-an KK juga dan secepatnya kita layani, aliri," papar Fransis.

Fransis menambahkan untuk mengaliri listrik ke wilayah hinterland PLN tidak menemukan kendalan apa pun. Apabila di daerah hinterland yang dituju tidak memiliki jembatan, PLN kata Fransis akan menarik kabel dari bawah laut. 

"Atau bisa juga kita bangun pembangkit di situ. Intinya yang bisa kita jangkau akan kita aliri semuanya," ujar Fransis.

Fransis mengatakan saat ini hanya tersisa beberapa area saja di Kecamatan Galang yang belum dialiri listrik oleh PLN Batam, yaitu Kampung Kalat, Kampung Melayu, Kampung Monggak dan Pasir Panjang.

PLN Batam memperkirakan dapat mengaliri seluruh area di Kecamatan Galang pada Oktober mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional.

PLN kata Fransis berharap masyarakat Kelurahan Sijantung dapat memanfaatkan seoptimal mungkin listrik yang sudah mengalir ke wilayahnya. 

Namun lanjut Fransis, masyarakat diminta untuk tidak menggunakan listrik secara ilegal. Karena kata Fransis sanksi tagihan susulan yang dibebankan sangat mahal dan dapat digunakan untuk membayar listrik bulanan selama tiga tahun.

"Kami juga mengimbau agar masyarakat Sijantung dapat membayar tagihan listrik tepat waktu," ujar Fransis.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar