BUMN Hadir - LKBN Antara berikan 73 bendera untuk pulau terluar

id bumn hadir,lkbn antara

Direktur Keuangan Perum LKBN Antara Nina Kurnia Dewi (tengah) bersama Sekertaris Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia 1 Eriansyah (kiri), dan Direktur Utama Persero Batam Djuhaery (kanan) memasangkan bendera merah putih untuk dikibarkan di Pulau Akar Desa Cemaga. (ANTARA News Kepri/Pradanna Putra)

Jangan berharap semata dari bantuan pemerintah. Harus muncul dari keinginan sendiri untuk mandiri,
Natuna (Antaranews Kepri) - Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara bersinergi bersama PT Pelabuhan Indonesia 1 serta Persero Batam memberikan 73 bendera merah putih untuk dikibarkan pada setiap pulau-pulau kecil atau terluar yang berada di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Selain bendera merah putih, sebanyak 73 tempat sampah juga diserahkan langsung kepada Komunitas Pemuda Natuna (Komuna) dan Jelajah Rantau Bertuah agar dapat menjaga kebersihan setiap tempat objek wisata agar selalu terjaga keindahannya.

"Kita sangat mengapresiasi inisiatif putra daerah, sungguh kami terharu melihat keinginan mereka agar NKRI tetap utuh," kata Direktur Keuangan Perum LKBN Antara, Nina Kurnia Dewi seusai melakukan pemasangan bendera di tengah Pulau Akar Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Sabtu.

Dari sekian banyak gugusan pulau kecil di wilayah Utara Indonesia kata Nina, Komunitas Pemuda setempat baru mengibarkan sang saka merah putih pada dua pulau.

"Sehingga ini waktunya sangat tepat, disaat kami bertiga (LKBN Antara, Pelindo 1 dan Persero Batam) hadir di Natuna, maka kegiatan seperti ini sangat kami dukung. Semoga mereka dapat melanjutkan niat yang sudah baik itu untuk membangun kabupaten Natuna melalui tangan mereka sendiri," ucapnya.

Menurut Nina, di Kabupaten Natuna memiliki potensi yang sangat luar biasa terutama disektor pariwisata.

"Alamnya indah sekali, karena itu mereka harus mampu berdiri sendiri agar muncul semangat. Tidak hanya menancapkan bendera namun membangunnya menjadi daerah pariwisata atau mendatangkan pendapatan tanpa menunggu campur tangan dari orang lain.

"Jangan berharap semata dari bantuan pemerintah. Harus muncul dari keinginan sendiri untuk mandiri," tuturnya.
 
Foto bersama Tim BUMN Hadir di Kabupaten Natuna bersama Komuna dan Komunitas Jelajah Rantau Bertuah. (ANTARA News Kepri/Pradanna Putra)
 
Direktur Keuangan Perum LKBN Antara Nina Kurnia Dewi (kedua kiri) bersama Sekertaris Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia 1 Eriansyah (kedua kanan), dan Direktur Utama Persero Batam Djuhaery (kiri) memberikan bantuan tempat sampah secara simbolis kepada Perwakilan dari Komunitas Muda Natuna. (ANTARA News Kepri/Pradanna Putra)

Direktur Utama Persero Batam, Djuhaery senada mengatakan, Natuna saat ini sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dengan kekayaan alam yang diberikan pada daerah di perbatasan utara ini pun harus mampu dikembangkan oleh masyarakat.

"Akses jalanan saya lihat sudah lebih baik daripada yang kita dengar pada tahun-tahun sebelumnya. Jadi kenapa tidak dikembangkan saja oleh masyarakatnya menjadi desa wisata," ujarnya.

Sehingga lanjut Djuhaery jika adanya inisiatif dari masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam tersebut dapat meningkatkan perekonomian warga setempat. Terlebih saat ini sektor pariwisata tengah diunggulkan oleh Pemerintah RI.

Sekertaris Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia 1 Eriansyah menambahkan, pemberian 73 bendera dan tempat sampah di Kabupaten Natuna merupakan rangkaian dari Sinergi BUMN Hadir Untuk Negeri. Menyapa daerah perbatasan.

"Sejak tanggal 16 kita sudah melakukan beragam acara BUMN Hadir disini. dan besok (Minggu, 19/8) kita akan mengadakan jalan sehat 5K di Pantai Kencana dengan 5.000 kupon yang sudah kita bagikan," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar