Kebutuhan hewan kurban di Karimun 583 ekor

id hewan kurban,karimun

Ilustrasi: hewan kurban (ANTARA) (/)

Sedangkan sapi kurban dari peternak lokal hanya sebagian kecil, 75 ekor. Beda dengan kambing, sebagian besar berasal dari peternak lokal, sebanyak 150 ekor
Karimun (Antaranews Kepri) - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mencatat kebutuhan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1439/2018 di daerah setempat sebanyak 583 ekor.

"Itu data sementara karena bisa saja bertambah menjelang hari penyembelihan," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Muhammad Affan di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Muhammad Affan menjelaskan, hewan kurban sebanyak itu terdiri atas 318 ekor sapi dan 165 ekor kambing.

Sebagian besar hewan kurban tersebut dipasok dari luar daerah, seperti dari Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau, ada juga dari Siak dan Kampar, Riau bahkan ada yang didatangkan dari Nusa Tenggara Timur.

Hewan kurban dari Riau, menurut dia, paling banyak dipasok pedagang, antara lain dari Siak sebanyak 193 ekor, kemudian dari NTT sebanyak 80 ekor, Kampar 50 ekor dan dari Meranti sebanyak 20 ekor.

"Sedangkan sapi kurban dari peternak lokal hanya sebagian kecil, 75 ekor. Beda dengan kambing, sebagian besar berasal dari peternak lokal, sebanyak 150 ekor," kata dia.

Affan mengakui kebutuhan hewan kurban di Karimun masih mengandalkan pasokan dari luar disebabkan masih kecilnya pasokan dari peternak lokal.

Beberapa waktu lalu, kata dia, pihaknya telah memulai sistem inseminasi buatan untuk memacu pengembangbiakan sapi di Pulau Kundur, namun belum membuahkan hasil maksimal.

"Jumlah peternak sapi juga masih sangat kecil, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan lokal," kata dia.

Menurut dia, seluruh sapi untuk kebutuhan kurban pada Idul Adha dicek kesehatan dan kelayakannya untuk disembelih menurut syariat Islam.

Ia mengaku telah mengerahkan dua dokter hewan yang bekerja mengawasi kesehatan hewan kurban.

"Pengawasan dan pengecekan terus kita lakukan sampai hari penyembelihan. Saya dan tim juga akan turun langsung melakukan pengawasan," kata Muhammad Affan.

Baca juga: Karantina Karimun periksa kesehatan hewan kurban

Dia juga meminta kepada para pedagang maupun peternak agar melaporkan pasokan hewan kurban untuk diperiksa kesehatannya.

Pengecekan kesehatan hewan kurban, menurut dia, tidak hanya untuk memastikan setiap hewan kurban layak untuk dikonsumsi, tetapi juga untuk memenuhi ketentuan dalam syariat Islam.

"Menurut ajaran Islam, hewan kurban yang disembelih harus sehat dan tidak cacat," kata dia.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar