Batam perkuat pembangunan infrastruktur logistik

id Infrastruktur logistik

Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam Yusmar Anggadinata (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Saat berada di Tiongkok, Yusmar mencoba membandingkan pola FTZ dan konsep ekonomi di Kota Batam dengan negeri tirai bambau tersebut. 
Batam (Antaranews Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memperkuat pembangunan infrastruktur logistik yang nantinya dapat meningkatkan kinerja industri manufaktur dan pariwisata di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Deputi Bidang Perencanaan BP Batam Yusmar Anggadinata, di Batam, Sabtu, mengatakan pola pengembangan dipelajarinya setelah berkunjung ke Tiongkok.

"BP Batam mencoba menyerap beberapa model pengelolaan dan pengembangan di sejumlah kawasan FTZ yang ada di Tiongkok," katanya.

Saat berada di Tiongkok, Yusmar mencoba membandingkan pola FTZ dan konsep ekonomi di Kota Batam dengan negeri tirai bambau tersebut.

Mulai dari tata ruang, infrastruktur hingga pola pembiayaan serta kebijakan yang diterapkan di kawasan FTZ di Tiongkok.

"Sekarang kita mulai menyusun arah pembangunan Batam menjadi lebih tertata, semua pembanguna infrastruktur akan diatur agar sesuai dengan konsep pengembangan yang telah direncanakan," ujarnya.

Ia mengatakan konsep pengembangan perdagangan dan logistik dalam wilayah FTZ harus diperhatikan secara serius.

Dengan begitu manfaat fasilitias FTZ dapat dinikmati lebih optimal sehingga biaya logistik serta perdagangan lebih murah.

Sementara itu Menteri PAN-RB Syarifuddin saat berkunjung ke Kota Batam, Kamis (20/9) meminta BP Batam untuk memperluas referensi pengembangan kawasan Batam.

"Jangan hanya melihat ke Singapura, Batam harus mulai melirik tempat lain," katanya.

Syafrudin mengatakan ada beberapa negara yang bisa dijadikan referensi pengembangan oleh Kota Batam.

Seperti Dubai, Hongkong, Shenzhen dan Abudhabi.

"Batam memiliki daya tarik signifikan untuk menjadi destinasi investasi," katanya.(Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar