PLN: Tidak ada kenaikan tarif listrik

id PLN, bright PLN batam, PGN

Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun (kanan) bersama Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura (kiri) menekan meteran listrik di Pulau Sijantung, Kota Batam. bright PLN Batam akan mengaliri seluruh pulau-pulau terluar di wilayah hingga 2019 mendatang. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Apabila harga gas bumi naik, PLN tidak akan menaikkan tarif listrik di Kota Batam.
Batam (Antaranews Kepri) - Meski kenaikan harga gas bumi untuk industri di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dipastikan naik, namun bright PLN Batam tidak akan menaikkan tarif listrik. 

Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura, di Batam, Jumat, mengatakan pihaknya saat ini sedang bernegosiasi dengan PGN agar kenaikan harga gas bumi di kota industri tersebut tidak terlalu tinggi.

"PGN perusahaan negara  juga dan dari dulunya memang naik, tapi kita sedang negosiasi kalau naik, naiknya tidak terlalu besar dan kita sedang berusaha," katanya.

Dadan mengatakan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Jakarta untuk membicarakan kenaikan harga gas bumi tersebut. Apabila kenaikan harga gas bumi untuk Kota Batam tidak terlalu tinggi, pihaknya akan memiliki keuntungan. Keuntungan tersebut lanjutnya, akan dipergunakan untuk membangun pembangkit baru guna menjaga keandalan listrik di Kota Batam.

"Kami berharap harga primiernya bisa bersaing, karena kalau kita untung itu kembalinya ke masyarakat lagi," katanya.

Selain itu,  PLN Batam bisa untung terus sehingga bisa melistrikan seluruh wilayah  Batam.  Dadan menegaskan, apabila harga gas bumi naik, pihaknya tidak akan menaikkan tarif listrik di Kota Batam.

"Presiden sudah mewanti-wanti agar tidak ada kenaikan listrik hingga 2019 dan itu kita pegang," katanya.  

Sebelumnya Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat mengatakan harga gas bumi untuk Kota Batam dipastikan naik. Namun, Anin belum bisa mengumumkan besaran kenaikan harga gas bumi untuk industri karena masih menunggu keputusan pusat.

Pihaknya berharap kenaikan harga tidak mempengaruhi perekonomian Batam dan masih bisa konpetitif untuk menarik investor. Kenaikan harga disebabkan habisnya kontrak PGN dengan ConocoPhillips pada Oktober 2018. 

Sementara itu Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun berharap PGN mempertimbangkan kenaikan harga gas untuk industri di Kota Batam, sebab akan berdampak pada perekonomian di kota tersebut.

Nurdin mengatakan apabila harga gas naik signifikan, akan menganggu ekonomi Batam serta iklim investasi.(Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar