TPID perkirakan Kepri alami inflasi pada Oktober

id TPID,tim pengendali,inflasi,kepri,gusti raizal eka putra

Ilustrasi (Antara) (/)

Kami juga merekomendasikan agar pihak terkait menjaga kelancaran arus bongkat muat dan distribusi angkutan barang komoditas pangan ke Kepri
Batam (Antaranews Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau memperkirakan daerah setempat mengalami inflasi pada Oktober 2018, setelah deflasi dalam dua bulan terakhir.

Wakil Ketua TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Rabu, mengatakan beberapa risiko inflasi di Kepri antara lain curah hujan dan gelombang laut yang diperkirakan tinggi pada Oktober ini.

"Mencermati perkembangan inflasi terkini, IHK pada Oktober 2018 diperkirakan akan mengalami inflasi. Curah hujan dan gelombang tinggi yang dapat memicu kelangkaan ikan segar," kata Gusti.

Cuaca buruk juga dikhawatirkan dapat menghambat jalur distribusi bahan makanan seperti cabai merah, yang pola historisnya mengalami peningkatan inflasi sampai akhir tahun, sehingga menyebabkan harga beberapa komoditas meningkat.

Curah hujan yang tinggi juga berdampak pada menurunnya produksi sayuran, yang berujung kenaikan harga.

Ia menilai, kenaikan harga cabai merah akan menjadi pemicu inflasi pada Oktober 2018. Apalagi, harga cabai merah meningkat di sentra pemasok untuk Kepri, yaitu Sumatera Barat.

"Potensi kenaikan harga cabai merah, karena penurunan pasokan seiring berakhirnya masa panen," kata dia.

Perkiraan itu juga dipicu pola historis inflasi komoditas yang menunjukan tren meningkat pada September hingga akhir tahun.

Selain itu, inflasi pada Oktober 2018 juga bisa dipicu dengan rencana kenaikan tarif batas bawah angkutan udara oleh pemenrintah, yang dapat memicu inflasi angkutan udara.

"Nilai tukar rupiah yang tertekan karena kondisi eksternal berpotensi memicu `imported inflation`," kata dia.

Gusti mengatakan, kini TPID fokus melakukan mitigasi risiko inflasi bahan pangan. Beberapa harga kebutuhan pangan yang perlu diantisipasi, di antaranya cabai merah, bayam dan kangkung.

TPID merekomendasikan pemerintah daerah untuk lebih mengintensifkan kerja sama antardaerah yang telah disepakati, serta mendorong kerja sama baru untu memenuhi kebutuhan pasokan bahan makanan, seperti cabai merah.

"Kami juga merekomendasikan agar pihak terkait menjaga kelancaran arus bongkat muat dan distribusi angkutan barang komoditas pangan ke Kepri," kata Gusti.

Sementara itu, pada September 2018, penurunan harga cabai memicu deflasi di Kepri. Indeks harga konsumen September deflasi 0,09 persen (mtm) lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang deflasi 0,53 persen (mtm).

Deflasi bahan makanan tercatat 1,1 persen (mtm) dan andil 0,25 persen (mtm). Komoditas utama penyumbang deflasi bahan makanan adalah cabai merah sebesar 11,66 persen (mtm) dengan andil -0,11 peresn, daging ayam ras sebesar 4,73 persen (mtm) dengan andil -0,09 persen (mtm) dan telur ayam ras sebesar 9,46 persen (mtm) dengan andil -0,06 persen (mtm).

Deflasi di Kepri, lebih rendah dari IHK nasional yang tercatat 0,18 persen (mtm). Deflasi Kepri September 2018 juga lebih rendah dibanding rata-rata historisnya dalam tiga tahun terakhir.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar