Pertamax naik Rp1.550, Pertalite dan Premium tetap

id BBM

Sebuah mobil sedang mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Batu 10 Tanjungpinang, Rabu (10/10). (Antaranews Kepri/Ogen)

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Harga BBM Pertamax di Kota Tanjungpinang naik dari Rp11.100 perliter menjadi Rp12.650 perliter pada Rabu (10/10).

Pengawas lapangan SPBU kilometer 10 Tanjungpinang, Herman menyatakan, kenaikan harga Pertamax ini berlaku di seluruh Indonesia, dan merupakan instruksi langsung dari PT. Pertamina.

"Sejak pukul 11.00 WIB tadi naiknya, ada pemberitahuan langsung dari pihak Pertamina," kata Herman kepada Antara. Rabu sore.

Lanjut Herman, harga BBM lainnya seperti Premium, Petralite dan Bio Solar PSO tidak mengalami kenaikan.

Terkait hal ini juga, sejumlah pengendara yang menggunakan BBM Pertamax, mengaku terkejut setelah mengetahui informasi mengenai kenaikan harga tersebut.

"Saya baru tahu ada kenaikan, ketika mengisi BBM Pertamax di SPBU km 10. Naiknya sangat drastis dari Rp11.100 ke Rp12.650 perlitet. Ke depan saya beralih menggunakan Premium atau Petralite saja," ujar Agung, pengendara roda dua.

Berdasarkan Siaran Pers PT. Pertamina. Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbi, Dexlite Dex, dan Biosolar Non PSO se Indonesia ini merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Di mana saat ini harga minyak mentah dunia rata-rata menembus 80 dolar per barel. Penetapannya mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp10.400 perliter, Pertamax Turbo Rp12.250 per liter, Pertamina Dex Rp11.850 per liter, Dexlite Rp10.500 per liter, dan Bio Solar Non PSO Rp9.800 per liter. 
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar