KRI Teluk Bintuni angkut bantuan masyarakat Kepri ke Palu

id Gempa,Kepri,Sulteng

Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyerahkan bantuan kepada Komandan KRI Teluk Bintuni untuk diangkut ke Sulawesi Tengah. KRI Teluk Bintuni memuat ribuan barang dari Dermaga Fasharkan Mentigi, Tanjunguban, Bintan, Jumat (12/10). (Antaranews Kepri/Ogen)

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Bantuan dari Pemda, TNI/Polri dan Masyarakat Provinsi Kepri dikirim ke Donggala-Palu Sulawesi Tengah dengan menggunakan KRI Teluk Bintuni-520 dari Dermaga TNI Angkatan Laut Tanjunguban, Mentigi, Kabupaten Bintan, Jumat (12/10).

Kapal angkut milik TNI AL itu memuat 6 ton beras, 314 dus air mineral, 139 dus biskuit, 40 dus minyak goreng, dan 599 koli pakaian layak pakai. Selain itu, bantuan yang dikumpulkan melalui Lantamal IV itu juga termasuk  peralatan mandi, ribuan dus mie instan, susu, tikar, gula serta uang tunai sebesar Rp370.193.200 .

"Semoga bantuan yang disalurkan ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita di sana. Bagi yang menyumbang, kita harap mendapatkan ridha dan pahala dari Allah SWT," ujar Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana TNI. R Eko Suyatno dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Eko turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan para korban bencana alam di Palu, Sigi dan Donggala Sulteng maupun para rekanan dari TNI/Polri, serta relawan lainnya yang sedang bertugas mengevakuasi para korban. 

Sementara, Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun yang turut hadir menyampaikan ungkapan duka untuk korban gempa Sulteng. Dia menyebut, duka Sulteng merupakan duka semua masyarakat di Indonesia. Maka, sudah sewajarnya semua elemen bangsa dan negara bahu-membahu menggalang bantuan bagi korban tersebut. 

"Apa yang mereka rasakan saat ini, kita pun turut merasakan hal yang sama. Kita doakan supaya seluruh korban diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi musibah ini," imbuhnya.

Lanjut Nurdin, tersalurnya bantuan gempa Sulteng ini sebagai wujud kepedulian, kebersamaan dan rasa cinta Pemda, TNI/Polri maupun masyarakat Provinsi Kepri dalam menjaga keutuhan NKRI. 

"Sebagaimana Motto yang dilahirkan di wilayah perbatasan kita ini. TNI/Polri dan Rakyat Kuat Tak Terkalahkan. Inilah bukti semua kita adalah bersaudara," tutupnya
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar