Polres Tanjungpinang bangun jaringan dengan pihak hotel

id Kapolres Tanjungpinang ,Ucok lasdin silalahi,Jaringan ,Hotel

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Kepolisian Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meningkatkan jaringan informasi dengan perhotelan.

Pertemuan antara Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi dengan 20 pengelola hotel dilaksanakan di salah satu kedai kopi di Tanjungpinang, Rabu.

Kapolres mengatakan pihak perhotelan memiliki peran cukup strategis dalam berbagi informasi yang dibutuhkan oleh Kepolisian. Karena itu, Kepolisian akan terus menjalin komunikasi dengan perhotelan.

Kerja sama antara pihak Kepolisian dan perhotelan yang terbangun ini bermanfaat bagi masyarakat dan daerah.

"Hotel merupakan fasilitas umum sehingga banyak orang yang menginap di hotel, dari mana saja, dari kalangan mana saja. Tentu dengan kondisi ini, pihak hotel memiliki peran besar ikut serta mendukung upaya menciptakan Tanjungpinang tetap aman dan kondusif dengan memberikan informasi yang kami butuhkan," ujarnya.

Lebih khusus kapolres menyinggung soal Pemilu 2019. Kegiatan politik yang dilakukan di tempat tertutup, terbatas maupun terbuka. Hotel merupakan salah satu fasilitas yang potensial dipergunakan untuk kegiatan politik pemilu.

"Seperti diketahui bersama bahwa pada tahun 2019 di Indonesia termasuk Kota Tanjungpinang akan menggelar pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD dan DPRD Provinsi/Kota," katanya.

Banyak kegiatan pada saat pemilu yang akan dilakukan di tempat terbuka maupun di tempat tertutup. Salah satunya mungkin akan menggunakan fasilitas-fasilitas hotel.

"Sehingga sangat diperlukan komunikasi yang baik antara pihak Kepolisian dan pihak perhotelan agar menciptakan pesta demokrasi yang aman, damai dan sejuk," katanya.

Isu lainnya yang diharapkan mendapat perhatian pihak perhotelan maupun warga lainnya terkait informasi hoaks yang menyebar cepat di media sosial.

Kapolres mengimbau masyarakat atau pengguna medsos lebih bijak dan cermat menggunakan medsos. Jangan sampai ikut serta menyebarkan informasi hoaks.

"Bisa saja berita hoaks tersebut dapat merugikan pihak hotel," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar