Dubes untuk Mesir bawa investor ke Karimun

id duta besar indonesia,mesir,helmy fauzy,bupati karimun,aunur rafiq,investasi,pertanian

Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy disaksikan Kepala BP Karimun Cendra Nawazir dan anggota DPR dapil Kepri yang juga istri Dubes, Dwi Ria Latifa menyerahkan cenderamata kepada Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam acara di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Minggu. (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Saya menyampaikan apresiasi kepada bupati yang berani 'go international', berani menjual Karimun sampai Mesir. Sehingga pada kesempatan ini, saya sengaja singgah ke Karimun bersama para pengusaha Mesir
Karimun (Antaranews Kepri) - Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy membawa investor untuk menjajaki peluang investasi di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Dubes Helmy Fauzy didampingi istri yang juga anggota DPR daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Dwi Ria Latifa membawa dua investor Mesir yang ingin menjajaki peluang investasi di bidang pertanian moderen.

"Dua investor itu mewakili 75 pengusaha Mesir yang datang ke Indonesia untuk menghadiri Trade Indonesia Expo di Jakarta. Seharusnya mereka ingin ke Karimun, tapi karena waktu dan momennya yang kurang pas, maka mereka diwakili dua pengusaha itu," kata Helmy usai menggelar pertemuan dengan Bupati Karimun, Badan Pengusahaan Karimun di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Dua investor Mesir itu yakni Yaman Alistwani dan Mohammad Alfarra ingin menjajaki peluang investasi pertanian moderen yang berorientasi ekspor, seperti produk sayur-sayuran dan buah-buahaan untuk diekspor ke Timur Tengah.

"Ini baru penjajakan karena banyak sekali peluang investasi di Karimun, termasuk kemungkinan membuka pabrik produk pertanian," kata dia.
 
Helmy belum menyebutkan nilai investasi yang akan ditanam dua investor Mesir tersebut karena masih dalam tahap penjajakan.

Namun sebagai gambaran, kata dia, para pengusaha Mesir sudah menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi senilai 200 juta dolar Amerika Serikat di Provinsi Kepri, antara lain di sektor properti dan industri.

"Kita kita bisa lihat dimana lokasinya, bisa di Karimun karena lebih kompetitif. Yang jelas, di Kepri senilai 200 juta USD," kata dia.

Kunjungan Duta Besar bersama jajaran dan pengusaha Mesir tersebut merupakan respons kunjungan Bupati Karimun Aunur Rafiq ke Kairo dan Alexandria pada tahun lalu.

Saat itu Bupati Aunur Rafiq mempersentasikan peluang investasi di Kabupaten Karimun di hadapan para pengusaha Mesir.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada bupati yang berani 'go international', berani menjual Karimun sampai Mesir. Sehingga pada kesempatan ini, saya sengaja singgah ke Karimun bersama para pengusaha Mesir," kata dia.
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan cenderamata kepada salah seorang pengusaha Mesir. (Antaranews Kepri/Rusdianto)
Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengapresiasi kunjungan Duta Besar bersama atase perdagangan dan staf KBRI Mesir di Kairo, dan turut serta dua pengusaha Mesir.

Aunur Rafiq dalam kesempatan itu juga memaparkan potensi investasi di Kabupaten Karimun yang merupakan daerah terdepat yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.

Dia menyebutkan Karimun memiliki kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan yang memiliki daya tarik bagi dunia investasi, dengan tersedianya kemudahan perizinan dan ketersediaan sarana infrastruktur, mulai dari sumber air bersih, listrik, telekomunikasi dan lainnya.

"Karimun diapit dua negara tetangga, Singapura dan Malaysia, jarak dari karimun ke malaysia, 1,3 jam perjalan menggunakan kapal feri," tuturnya.

Dia menyebutkan akses transportasi ke Singapura dan Malaysia cukup lancar. Untuk tujuan Malaysia terdiri dari dua pelabuhan, yaitu pelabuhan Kukup dan Pelabuhan Putri dengan 12 kali keberangkatan kapal dalam sehari. Kemudian tujuan Harbour Front Singapura dengan 6 kali keberangkatan dalam satu hari.

"Terima kasih kepada Dubes dan rombongan yang dapat singgah walau sebentar, hanya beberapa jam, tapi maknanya sangat besar, dan mudah-mudahan bisa memberikan nuansa tersendiri bagi pengembangan investasi di Karimun," kata Aunur Rafiq.

Usai menggelar pertemuan, rombongan Dubes Helmy Fauzi berkesempatan meninjau kawasan industri di FTZ Karimun, yakni PT Sembawang Shipyard dan PT Oiltanking, didampingi Kepala BP Karimun Cendra dan para pejabat lainnya.  (Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar