Minimalisir kesalahan, KPU Karimun sisir ulang DPTHP-1

id Pileg,KPU,Karimun

Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Karimun (Antaranews Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mencacah kembali Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 1 (DPTHP-1) untuk menyisir kesalahan data pemilih.

"Kita cacah dan sisir kembali terhadap data pemilih yang bermasalah, seperti pemilih ganda, sudah meninggal dunia atau pindah ke daerah lain," kata Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Eko Purwandoko menambahkan, pencacahan data pemilih dalam DPTHP-1 itu disejalankan dengan penjaringan pemilih melalui Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang dilaksanakan 1-28 Oktober 2018.

Dia menyebutkan jumlah pemilih yang terjaring melalui GMHP cukup banyak, namun data yang masuk akan dicacah dan dicocokkan dengan data pemilih dalam DPTHP-1, sehingga tidak ada yang tercatat ganda, atau pemilih yang ternyata sudah meninggal dunia.

Menurut dia, animo masyarakat untuk mengecek apakah sudah terdaftar sebagai pemilih cukup bagus. Selain mengecek di posko-posko GMHP, beberapa warga juga datang langsung ke kantor KPU Karimun untuk memastikan apakah mereka sudah terdaftar sebagai pemilih.

"Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat, dan kami tetap mengimbau kepada seluruh warga untuk sama-sama memastikan telah terdaftar sebagai pemilih," kata dia.

Sementara itu, Komisioner KPU Karimun Mardanus mengatakan, berdasarkan pencacahan sementara, pihaknya menemukan beberapa data pemilih bermasalah, antara lain tercatat ganda sebanyak 988, data anomali 390, dan data bermasalah berdasarkan laporan Bawaslu Karimun sebanyak 646.

Sementara itu, untuk DP4 I tercatat sebanyak 32.039 orang dan DP4 II sebanyak 31.888 orang. Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu I (DP4 I) dan DP4 II, menurut dia, akan dicermati dan disinkronkan dengan DPTHP-1 yang berjumlah sebanyak 157.501 pemilih.

"DP4 I dan DP4 II akan diverifikasi untuk PPS dan PPK di setiap kelurahan dan desa," ujarnya.

Mardanus menambahkan pihaknya melalui GMHP juga melakukan penjaringan terhadap pemilih potensial yang telah memenuhi syarat, seperti pelajar yang memasuki usia 17 tahun menjelang hari Pemilu 2019.
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar