Informasi rekrutmen Satpol PP Lingga belum resmi

id naker, satpol pp

Ilustrasi : Sejumlah tenaga honorer mengikuti apel di Lingga (Antaranews Kepri/Nurjali)

Lingga (Antaranews Kepri) - Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lingga Abdul Kadir menyatakan,informasi rekrutmen Anggota Satpol PP di Kabupaten Lingga belum menjadi informasi resmi. Hal itu disampaikan menyusul beredarnya salinan draf rekrutmen di kalangan masyarakat.

"Wacana itu memang ada, baru sebatas draf dan masih harus kita ajukan ke Bupati, kita juga telusuri kenapa draf tersebut bisa beredar luas," kata Abdul Kadir kepada Antara, di Lingga, Kamis (15/11).

Menurut dia, jika nanti memang ada perekrutan, maka Satpol PP Kabupaten Lingga akan menginformasikannya secara resmi melalui kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Lingga dan melalui siaran Radio Bunda Tanah Melayu milik Pemerintah Kabupaten Lingga. Kadir menyebut, soft copy yang beredar melalui jejaring WhatsApp tersebut masih diragukan kebenarannya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kabid Penegakan perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Lingga Febrizal Taufik. Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan informasi terkait beredarnya rancangan formasi tersebut. 

"Belum ada pengumuman itu hanya draf, dan belum sampai ke Bupati, kita juga heran ini bisa beredar," ujarnya.

Dihubungi terpisah mantan Staf Khusus Bidang Hukum dan Pemerintahan Bupati Lingga Rudi Purwonugroho menyayangkan bocornya draf tersebut. Karena saat ini banyak masyarakat Lingga yang benar-benar ingin mengabdi di pemerintahan Kabupaten Lingga meskipun hanya hanya menjadi pegawai tidak tetap.

"Ini kesempatan bagi anak-anak daerah, kita berharap pengumumannya tidak simpang siur dan diumumkan secara terbuka dan priositaskan pada putra-putri daerah," ujarnya.

Kebocoran draf tersebut, menurut Rudi tidak semestinya terjadi. Dia menyarankan agar dinas atau OPD  lebih teliti dalam memberikan kepercayaan kepada bawahannya agar program-program atau kegiatan-kegiatan yang masih berbentuk draf tidak dengan mudah beredar dan menimbulkan kesimpangsiuran.

"Ini sering terjadi, kita berharap kedepan lebih hati-hati jangan memberi harapan palsu kepada masyarakat," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar