PT Pembangunan Kepri terlilit utang

id BUMD,Pembangunan Kepri,Utang

Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, Herry Andrianto. (Antaranews Kepri/Ogen)

Nanti (proyek) investor itu bisa dikerjakan. Paling tidak cukup untuk bayar utang

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Belum mampu berkontribusi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Kepulauan Riau, BUMD PT Pembangunan Kepri justru dikabarkan tengah dililit utang.



"Jumlahnya seperti yang kalian dengar selama ini. Saya tidak berani menyebutnya," ucap Kepala Biro Ekonomi Pemprov Kepri Herry Andrianto di Tanjungpinang, Senin (19/11/).



Lanjut Herry menuturkan, saat ini pemasukan PT Pembangunan Kepri hanya berasal dari dua sektor. Yakni, saham BPR Batam dan penjualan avtur di Bandara Raja Haji Fisabilillah. 



"Itupun cuma cukup untuk operasional kantor serta gaji direksi dan karyawan," imbuhnya.



Menurut Herry, Pemerintah Provinsi Kepri telah memiliki beberapa alternatif untuk melunasi utang PT Pembangunan Kepri. Antara lain, meminta pengurangan utang dan berharap Gubernur Kepri Nurdin Basirun mencarikan investor untuk mereka.



"Nanti (proyek) investor itu bisa dikerjakan. Paling tidak cukup untuk bayar utang," tuturnya.



Buka Lowongan Dirut dua BUMD



Herry menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berencana membuka lowongan direktur utama di dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepri. Yaitu PT Pembangunan Kepri dan PDAM Tirta Kepri.



Proses seleksi rencananya sudah dibuka pada pekan ini dan ditargetkan rampung di pertengahan Desember 2018 mendatang.



"Saat ini masing-masing badan usaha itu tidak memiliki direktur utama. Sementara dijabat oleh pelaksana tugas (plt)," terangnya.



Herry menambahkan, Pemprov Kepri cukup khawatir posisi Dirut PT Pembangunan Kepri sepi pelamar. 



Karena, sambungnya, dirut terpilih memiliki tugas berat yang harus disesuaikan. Mulai dari membenahi kondisi perusahaan yang kini cukup memprihatinkan, serta dituntut melunasi utang.



"Kalau lowongan untuk dirut PDAM Tirta Kepri, kita tidak begitu khawatir," pungkasnya. 

Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar