Tiongkok sasar investasi pertanian di Tanjungpinang

id tiongkok,investasi,tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul menggelar pertemuan dengan Pemerintah Huizhou Tiongkok dan Kadin Tanjungpinang, terkait rencana kerjasama di bidang pertanian. (Antaranews Kepri/Ogen)

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kota Huizhou, Tiongkok tertarik menanamkan modal di sektor pertanian Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

"Pada prinsipnya kami sebagai investor siap berinvestasi, baik dari segi biaya, staf ahli bahkan teknologi akan kami siapkan untuk mengembangkan pertanian di sini," ujar Zhou Wengao, Deputy Secretary General of Huizhou, dalam pertemuan bersama Wali Kota Tanjungpinang dan jajaran di Kantor Bapppelitbang, Kamis. 

Tidak hanya di bidang pertanian, Zhou beserta rombongan mengaku berminat menginvestasikan uang mereka di sektor kelautan dan perikanan. Mengingat letak geografis Provinsi Kepri yang terdiri dari 96 persen lautan.

"Kami akan pelajari terlebih dahulu apa saja yang bisa dikelola dan dikembangkan di sini. Karena ke depan kita harus memikirkan bagaimana kerjasama ini saling menguntungkan kedua belah pihak," tutur Zhou.

Sementara, Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul menuturkan ia bersama jajarannya segera menindaklanjuti rencana kerjasama tersebut agar dapat segera terlaksana.

Dia pun menegaskan, Pemko Tanjungpinang akan mempermudah seluruh proses maupun regulasi bagi investor yang akan berinvestasi di Tanjungpinang. Salah satunya menyangkut soal perizinan.

"Saat ini Tanjungpinang tengah membutuhkan investor untuk meningkatkan geliat pembangunan dan sektor ekonomi masyarakat. Kita berharap kerjasama ini bukan hanya sebatas rencana, tapi betul-betul terealisasi demi kemajuan Tanjungpinang ke depan," imbuhnya.

Selain itu, Ketua Kadin Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto selaku fasilitator pertemuan Pemkot Huizhou dan Pemko Tanjungpinang, mengungkapkan pihaknya akan terus berupaya menarik lebih banyak investor asing untuk berinvestasi di Tanjungpinang.

Hal itu dia katakan, merupakan bagian dari upaya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tanjungpinang.

"Kadin hanya sebagai perantara saja, intinya Pemerintah Kota Huizhou membawa sejumlah pengusaha asal China yang bergerak dibidang pertanian dan berniat berinvestasi di sini. Kira-kira apa yang bisa ditanam di sini, namun tidak bisa ditanam di China," terangnya. 

Lanjut Bobby menambahkan, pihaknya sudah membawa rombongan meninjau lahan pertanian di wilayah Dompak, Cikolek serta Bukit Manuk, yang  dinilai cocok untuk dikembangkan.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar