Anggaran belum cair hingga pelaksanaan Porprov Kepri

id porprov ,pekan olahraga provinsi,kepri,nur syafriadi

Ketua Harian KONI Kepri Nur Syafriadi (Antaranews Kepri/Ogen)

Bendahara KONI Kepri sudah mempertanyakan hal itu, tetapi kas daerah kosong. Kalau kondisinya sudah seperti itu, kami mau apa lagi?
Tanjungpinang (ANTARA News) - Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kepulauan Riau mempertanyakan belum cairnya anggaran sebesar Rp2 miliar hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri 2018 dilaksanakan.

Ketua Harian KONI Kepri, Nur Syafriadi, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan pertanyaan tersebut kepada pemerintah setempat kapan anggaran dapat dicairkan, karena Porprov Kepri mulai dilaksanakan hari ini, namun hasilnya nihil.

"Bendahara KONI Kepri sudah mempertanyakan hal itu, tetapi kas daerah kosong. Kalau kondisinya sudah seperti itu, kami mau apa lagi?" katanya, yang juga mantan Ketua DPRD Kepri.

Pada Sabtu malam ( 24/11) saat "Gala Dinner" Porprov Kepri yang diselenggarakan Pemkot Tanjungpinang, Nur juga menyinggung persoalan itu. Selama empat kali pelaksanaan Porprov Kepri baru sekarang terjadi permasalahan anggaran.

"Kami berharap Porprov Kepri empat tahun selanjutnya tidak terjadi permasalahan seperti ini lagi," tuturnya.

Ia mengatakan pelaksanaan Porprov Kepri IV sejak awal sudah bermasalah lantaran anggaran yang dialokasikan pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan pertandingan 26 cabang olahraga. Namun anggaran tersebut tidak dapat ditambah, dan Gubernur Kepri malah minta bantuan kepada Ketua KONI Kepri Johanes Kennedy.

"Sejak awal sudah ada masalah, kebutuhan Porprov Kepri itu paling minim Rp5 miliar, tetapi pemda alokasikan anggaran Rp2 miliar. Masing-masing cabor dapat Rp50 juta," ujarnya.

Nur mengemukakan pelaksanaan Porprov Kepri sekarang terpaksa menggunakan dana dari berbagai pihak. Jika tidak dilakukan langkah-langkah seperti itu, Porprov Kepri tidak mungkin dapat dilaksanakan.

"Terpaksa `Pak Dul` (utang) dulu dengan berbagai pihak agar Porprov dapat dilaksanakan," katanya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar