Bupati Karimun akui kontribusi BUMD belum optimal

id kontribusi,BUMD,karimun,pendapatan

Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat berjabat tangan bersama Bupati Aunur Rafiq, Wakil Bupati Anwar Hasyim dan Wakil Ketua DPRD Azmi dan Wakil Ketua DPRD Bakti Lubis usai pengesahan APBD 2019. (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Saran-saran dari DPRD kita terima. Karena itu kita akan `push` kembali teman-teman direktur BUMD agar bekerja lebih optimal sehingga bisa meningkatkan kontribusi ke kas daerah
Karimun (ANTARANews Kepri) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq mengakui kontibusi empat Badan Usaha Milik Daerah untuk kas daerah, belum optimal.

"Kita akui memang masih dalam tahap restrukturisasi dan pembenahan," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Aunur Rafiq mengapresiasi kritikan DPRD Karimun, bahwa BUMD belum mampu menggali sumber-sumber pendapatan baru sehingga kontribusi ke kas daerah masih relatif kecil.

"Saran-saran dari DPRD kita terima. Karena itu kita akan `push` kembali teman-teman direktur BUMD agar bekerja lebih optimal sehingga bisa meningkatkan kontribusi ke kas daerah," tuturnya.

Dijelaskannya, penyumbang terbesar ke kas daerah berasal dari Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Karya Karimun Mandiri.

Sedangkan Perusda yang merupakan BUMD tertua, menurut dia baru memberikan kontribusi hanya sekitar Rp100 juta pada 2017.

Perusda yang mengelola beberapa pasar masih dalam tahap pembenahan setelah direktur yang lama tersandung kasus korupsi.

"Perusda sudah mulai bagus, meski belum banyak memberikan kontribusi," kata dia.

Sementara itu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), menurut dia juga masih dalam tahap penyehatan setelah setelah direksi terdahulu juga tersandung kasus korupsi.

"Meski belum memberikan kontribusi ke kas daerah, kondisi BPR sedang dalam tren perbaikan," kata dia.

Sedangkan PDAM Tirta Karimun menurut dia juga masih dalam pengembangan dan peningkatan kualitas layanan.

PDAM Tirta Karimun, merupakan BUMD paling bungsu yang didirikan untuk mengelola air bersih yang dulunya dikelola Perusda.

"Tarif air bersih juga baru naik dalam satu bulan ini," kata dia.

Sebelumnya, Fraksi Hanura dalam pandangan terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2019 menilai kinerja BUMD masih mengecewakan yang ditandai dengan masih rendahnya kontribusi ke kas daerah.

"BUMD belum mampu menggali sumber-sumber pendapatan baru, sehingga kontribusinya untuk kas daerah masih rendah," kata juru bicara Badan Anggaran DPRD Karimun Nyimas Novi Ujiani, ketika membacakan pandangan Fraksi Hanura dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Karimun, Jumat pekan ini.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar