KBRI Singapura ajak diaspora turut dalam "Indonesia Incorporated"

id Diaspora,Indonesia Incorporated,KBRI Singapura

Dubes RI untuk Singapura I.G. Ngurah Swajaya (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Disrupsi ekonomi, perubahan konstelasi politik global, hingga perubahan iklim, adalah masalah kita bersama dan mencari solusi atas tantangan tersebut guna mewujudkan Indonesia yang kuat dan sejahtera
Batam (ANTARANews Kepri) - Kedutaan Besar RI di Singapura mengajak diaspora yang menetap di Negara Singa turut serta berkolaborasi bersama pemerintah dalam kerangka "Indonesia Incorporated".

Dalam siaran pers yang diterima di Batam, Rabu, Dubes RI untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya mengatakan harapannya agar diaspora memberikan kontribusi positif pembangunan dan ekonomi nasional, serta memberikan dampak langsung untuk menyejahterakan rakyat dalam "Indonesia Incorporated".

Dubes Ngurah juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia di Singapura ikut memberikan sumbangsihnya untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

"Disrupsi ekonomi, perubahan konstelasi politik global, hingga perubahan iklim, adalah masalah kita bersama dan mencari solusi atas tantangan tersebut guna mewujudkan Indonesia yang kuat dan sejahtera," kata dia.

Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brojonegoro memaparkan Visi Indonesia 2045 kepada WNI yang berada di Singapura.

Dalam paparannya, Menteri PPN Bambang Brojonegoro menyampaikan, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi saat ini, maka pada 2045 PDB Indonesia bisa menjadi yang terbesar kelima di dunia.

Pemerintah menyusun empat pilar pembangunan, dalam mewujudkan visi itu. Pertama, pembangunan Sumber Daya Manusia dan Iptek. Kedua, ekonomi berkelanjutan. Ketiga pemerataan pembangunan dan keempat ketahanan nasional melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia mengatakan pemerintah akan mengembangkan sektor prioritas, yaitu industri manufaktur, ekonomi digital, dan industri 4.0.

Kemudian untuk meningkatkan pendapatan pemerintah dan masyarakat, maka dikembangkan juga sektor investasi, ekspor dan pariwisata

Dalam kesempatan itu, Menteri juga mengatakan penanganan bencana harus diarusutamakan.

Budaya pencegahan bencana, juga dijadikan bagian dari program pemerintah, mengingat posisi Indonesia rentan terhadap bencana alam.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar