Wako Tanjungpinang minta Bulog impor gula dari Singapura

id Wako Tanjungpinang minta Bulog impor gula dari Singapura

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau Gudang Bulog Tanjungpinang (Ogen)

Ini juga bertujuan untuk menekan harga gula di pasaran kita, agar tidak memberatkan masyarakat
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Wali Kota Tanjungpinang Syahrul meminta agar Bulog Sub Divre Tanjungpinang untuk mengimpor gula pasir dari Singapura dibanding pulau Jawa, alasannya karena jika impor dari negara tetangga harganya jauh lebih murah ketimbang mengambil dari pulau Jawa.

"Gula di Singapura lebih murah dibanding Pulau Jawa," kata Syahrul, kepada Antara, Senin.

Syahrul mengatakan di Singapura harga gula per kg sekitar Rp6.000, sementara di Pulau Jawa per kg Rp10.000. Harga tersebut sampai di Tanjungpinang sudah mencapai harga Rp12.000 per kg, jika mengambil gula di wilayah Jawa, karena ongkos kirimnya lebih mahal.

Ditambahkannya sesuai aturan, Bulog sebagai perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan diperbolehkan melakukan impor, namun aturan serupa tidak berlaku bagi pemerintah daerah.

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan Bulog segera menyampaikan permohonan izin kepada Kementerian Perdagangan untuk melakukan impor gula dari Singapura.

"Ini juga bertujuan untuk menekan harga gula di pasaran kita, agar tidak memberatkan masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, Ketua DPD Gerindra Provinsi Kepri ini juga mengharapkan kedepannya Bulog Tanjungpinang tidak hanya menyediakan pasokan beras, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya, salah satunya gula pasir.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bulog Sub Divre Tanjungpinang Edison mengatakan apa yang disampaikan oleh Wali Kota Tanjungpinang tersebut akan diteruskan kepada Bulog Regional Pekanbaru, dan untuk selanjutnya disampaikan ke Kantor Pusat Bulog Jakarta.

"Nanti Bulog Pusat yang akan menyampaikan ke Kemendag. Kewenangan impor ada di mereka" ujar Edison.

Edison menambahkan selama ini Bulog sudah memetakan daerah mana saja yang menjadi tujuan impor gula, termasuk Tanjungpinang. Namun, salah satu kendala belum terealisasinya impor gula di Tanjungpinang ialah belum adanya pelabuhan impor yang cocok di wilayah tersebut.

"Itu yang menjadi salah satu kendala yang kami dengar dari Pemerintah Pusat," tuturnya.

Saat ini menurutnya kapasitas Gudang Bulog Tanjungpinang cukup untuk menampung impor sekitar 5.000 ton, bahkan lebih dari itu karena kapasitas Bulog Tanjungpinang bisa menampung tujuh ribu ton. (Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar