Bazar Imlek akhirnya pindah ke Jalan Merdeka

id bazar Imlek,tanjungpinang

Pedagang bazar Imlek sudah mulai membongkar stan yang sudah didirikan di Jalan Teuku Umar. (Antaranews Kepri/Ogen)

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Sebanyak 80 pedagang bazar Imlek di Jalan Pasar Ikan Tanjungpinang akhirnya dipindahkan ke Jalan Merdeka atau berjarak sekitar 10 meter dari lokasi sebelumnya.

Keputusan itu diambil setelah Pemko Tanjungpinang diwakili Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Effendi berdialog dengan Anggota DPRD Kepri Rudi Chua, Anggota DPRD Tanjungpinang Ahmad Dhani dan Reni, serta tokoh Tionghoa setempat Accu saat meninjau lokasi bazar Jalan Pasar Ikan, Rabu sore.

"Mereka kukuh menolak pindah ke Jalan Teuku Umar, akhirnya kita sepakat geser ke Jalan Merdeka," kata Effendi.

Effendi menjelaskan seandainya para pedagang itu tetap dipindahkan ke Jalan Teuku Umar, sebagaimana keputusan Pemko Tanjungpinang sebelumnya. Maka, mereka akan ngotot berjualan di Jalan Pasar Ikan.

"Kita ambil jalan tengah agar tidak terjadi kericuhan. Besok mereka mulai jualan," imbuhnya.

Sementara, Anggota DPRD Tanjungpinang Ahmad Dhani berharap tahun depan pelaksanaan bazar imlek tidak digelar di Jalan Teuku Umar, melainkan dipusatkan di sepanjang Jalan Merdeka dengan dibuat dua ruas jalan yang diperuntukan bagi transportasi dan stan jualan.

"Ini jadi pelajaran buat kami dan Pemkot Tanjungpinang ke depan," ucapnya.

Selain itu, Tokoh Tionghoa Accu menilai kebijakan yang diambil oleh Pemko Tanjungpinang dan Anggota DPRD yang hadir sudah tepat. Ia mengaku sejak awal pedagang di Jalan Pasar Ikan terang-terangan menolak pindah ke Jalan Teuku Umar, karena sudah sekitar 15 tahun mereka berjualan di wilayah tersebut.

"Mereka setuju di Jalan Merdeka. Kalau digeser lagi, dengan tegas akan ditolak," ujarnya.

Di Jalan Teuku Umar, pelaksanaan bazar imlek juga tetap berjalan. Sekitar 50 pedagang hingga, Rabu malam, terlihat sudah berkemas dan membuka stan jualan. 

"Rencananya besok sudah mulai jualan," kata salah seorang pedagang, Nery.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar