BMKG Karimun imbau warga waspadai angin kencang

id Prakiraan Cuaca Karimun

Ilustrasi: Perairan perbatasan di sekitar Pulau Takong Hiu, Kabupaten Karimun yang sering dilanda angin kencang dan gelombang tinggi setiap akhir tahun. (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Karimun (Antaranews Kepri) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Tanjung Balai Karimun mengimbau pelaku maupun pengguna transportasi laut agar mewaspadai potensi angin kencang.

"Untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan diimbau waspada potensi angin kencang di seluruh wilayah Kepulauan Riau," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Balai Karimun Raden Eko Sarjono di Tanjung Balai Karimun, Kamis (10/1).

Raden Eko Sarjono mengatakan potensi angin kencang harus diwaspadai, terutama di perairan Natuna dan Anambas yang dapat memicu gelombang tinggi.

Menurut dia, potensi angin kencang dipicu adanya daerah belokan angin atau "shearline" di sekitar wilayah Kepulauan Riau sehingga menyebabkan terkumpulnya massa udara yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.

Secara umum, kata dia, kondisi cuaca di Kabupaten Karimun sepanjang hari ini diprakirakan cerah hingga berawan namun berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang bisa disertai petir dan angin kencang.

"Kondisi ini masih kondusif untuk aktivitas transportasi darat dan udara, tapi untuk transportasi laut harus waspada," kata dia.    

Dia menjelaskan secara umum kondisi cuaca di seluruh kecamatan di Karimun, hari ini dalam kondisi cerah hingga berawan pada pagi hari dan hujan ringan hingga sedang pada sore dan Jumat dinihari.

Suhu udara di 12 kecamatan di Karimun, menurut dia berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembaban udara antara 60 hingga 95 persen.

"Untuk kecepatan angin sekitar 10 kilometer/jam," kata dia. 

Sementara itu, prakiraan tinggi gelombang di perairan Karimun berkisar 0,1 sampai 0,7 meter dengan kecepatan 70 cm/detik.

Untuk ketinggian gelombang di wilayah lain di Kepulauan Riau, antara lain di Batam berkisar 0,1 sampai 0,7 meter dengan kecepatan 70 cm/detik, Tanjungpinang dan Bintan 0,3 sampai 1,2 meter dengan kecepatan 50 cm/detik.

Sedangkan di perairan Lingga/Dabo Singkep, ketinggian gelombang diprakirakan berkisar 0,2 sampai 1 meter dengan kecepatan 40 cm/detik dan Natuna dan Anambas berkisar 0,4 sampai 2,5 meter dengan kecepatan 40 hingga 50 cm/detik. 

Pada kesempatan lain, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun Amirullah juga mengimbau kepada nelayan tradisional agar mewaspadai angin kencang yang memicu gelombang tinggi.

"Nelayan sebenarnya memahami kondisi cuaca, tapi harus tetap waspada karena cuaca sering berubah mendadak buruk," kata dia.

Amirullah mengatakan saat ini masih memasuki musim angin barat yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari, dan berganti menjadi angin musim utara pada Februari sampai Maret.

"Musim utara juga angin kencang, pada musim ini ikan memang banyak tapi risiko gelombang tinggi juga tinggi," ujarnya.
 
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar