Bawaslu Tanjungpinang gagal temukan saksi politik uang

id bawaslu,tanjungpinang,politik uang,intimidasi

Logo Bawaslu (antaranews.com)

Saya memimpin langsung ke rumah saksi. Kami melibatkan Ketua RT dan Ketua RW setempat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
Tanjungpinang (ANTARANews Kepri) - Badan Pengawas Pemilu Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau gagal menemui dan meminta keterangan dari saksi dalam kasus politik uang yang melibatkan MB, caleg daerah pemilihan Bukit Bestari.

Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhamad Zaini, di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan pihaknya sudah mengunjungi kediaman empat saksi, namun saksi sedang berada di luar kota.

"Saya memimpin langsung ke rumah saksi. Kami melibatkan Ketua RT dan Ketua RW setempat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Bahkan Bawaslu Tanjungpinang belum berhasil memeriksa saksi kunci dalam kasus politik uang tersebut. Terkait persoalan itu, Zaini juga meminta pihak keluarga saksi turut membantu Bawaslu Tanjungpinang untuk segera mendapatkan keterangan dari saksi. Jika saksi keberatan pulang ke Tanjungpinang, maka anggota Bawaslu Tanjungpinang bersedia menemuinya.

"Menurut pengakuan keluarga, ada saksi yang sekarang berada di Padang dan Batam. Kami minta difasilitasi agar dapat mengambil keterangan mereka. Pihak keluarga belum memberi jawaban," katanya.

Zaini mengatakan Bawaslu Tanjungpinang hanya memiliki kewenangan hingga 15 Januari 2019 untuk menangani kasus pemberian kalender dan pakaian gamis yang diduga melibatkan MB, salah seorang caleg dapil Bukit Bestari.

"Keterangan saksi dibutuhkan, meski barang bukti sudah kami dapatkan," katanya.

Terkait proses penanganan kasus itu, Bawaslu Tanjungpinang mendapatkan intimidasi dari sekelompok orang yang tidak dikenal.

Maryamah, Komisioner Bawaslu Tanjungpinang melaporkan lima orang warga yang diduga mengintimidasinya dan juga tiga orang staf.

Baca juga: Bawaslu Tanjungpinang laporkan warga terkait intimidasi

Maryamah mengatakan, laporan polisi dilakukan agar peristiwa yang sama tidak terulang lagi di Tanjungpinang.

Bawaslu Kepri mendukung penuh sikap Bawaslu Tanjungpinang dalam menindaklanjuti kasus tersebut.

"Intimidasi dilakukan sekelompok orang yang saya tidak kenal. Bukan Ketua RT yang melakukannya, tetapi kedatangan kami untuk meminta keterangan saksi dalam kasus politik uang, diketahui Ketua RT setempat," ujarnya.

Baca juga: Dua caleg Perindo divonis hukuman percobaan
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar