KPU: Seribuan warga binaan di Batam berhak memilih

id KPU,batam,warga binaan,pemilih,rutan,lapas

Komisioner KPU Batam, Zaki Setiawan. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Kemarin kita lakukan pendataan 'by name by address' secara keseluruhan, baik yang sudah atau belum memiliki dokumen kependudukan
Batam (Antaranews Kepri) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mendata sekitar seribu lebih warga binaan yang mendapatkan hak pilih pada pemilihan presiden dan legislatif pada 17 April 2019 mendatang. 

Komisioner KPU Kota Batam, Zaki Setiawan, di Batam, Kamis, mengatakan pihaknya sudah melakukan melakukan koordinasi dengan pihak Lembaga Permasyarakatan (Lapas) untuk mendapatkan data pemilih.

"Kemarin kita lakukan pendataan 'by name by address' secara keseluruhan, baik yang sudah atau belum memiliki dokumen kependudukan," katanya.

Zaki mengatakan selain melakukan pendataan, pihaknya dalam waktu dekat akan menyusun jadwal untuk menyosialisasikan Pemilu di Lapas, Rutan dan panti-panti rehabilitas di Kota Batam. 

Sementara itu Kasi Binadik Lapas Kelas II A Barelang, Fajar Yusnaldi mengatakan ada sekitar 239 ribuan warga binaan yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetap. 

Menurut dia, pihak Lapas bekerjsama dengan Bawaslu dan Disdulcapil Kota Batam juga melakukan perekaman elektronik KTP kepada warga binaan. 

"Dari data kita ada 1.058 yang akan merekam e-KTP dan sudah terekam sekitar 284 orang," paparnya. 

Sebelumnya anggota Komisi II DPR RI, Dwi Ria Latifa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyosialisasikan Pemilu Presiden dan Legislatif 17 April 2019 mendatang di rumah tahanan dan lembaga permasyarakatan.

Dwi Ria Latifa, di Batam, Rabu, mengatakan pihaknya diberikan tugas bekerja sama dengan KPU dan Bawaslu untuk menyosialisasikan Pilpres dan Pileg ke seluruh masyarakat termasuk kepada warga binaan.

"Saya akan minta KPU melakukan sosialisasi Pemilu ke Rutan dan Lapas, agar warga binaan memahami proses pemilihan presiden dan legislatif secara langsung," katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menyatakan, sosialisasi pemilu di Rutan dan Lapas sangat diperlukan agar para warga binaan mengetahui dengan detail mengenai Pilpres dan Pileg.

"Ini juga menjadi catatan saya sebagai anggota Komisi II dan kita akan meminta KPU segera melakukan sosialisasi ke Lapas dan Rutan," jelasnya.(Antara) 

Baca juga: KPU diminta sosialisasi Pemilu di Lapas
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar