Pemkab Lingga tanggung 38.117 orang biaya peserta BPJS

id Pemkab Lingga tanggung 38.117 orang biaya peserta BPJS

Logo JKN-KIS (Ist)

Sebenarnya persiapan itu sejak 1 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember 2018 kemarin, empat tahun masa transisi Awe-Nizar, yang dimulai tahun 2016 sejumlah 5000 jiwa penduduk Lingga secara bertahap diintegrasikan kedalam Program Prioritas Nasional in
Lingga (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kabupaten Lingga, menanggung 38.117 orang peserta Jamikan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) melalui kepsertaan BPJS selain dari yang ditanggung oleh pemerintah pusat yaitu sebanyak 41.784 masyarakat kurang mampu yang ada di Kabupaten Lingga.

"Jadi total JKN-KIS atau peserta BPJS kita ada 79.901 orang, sebagiannya itu ditanggung melalui APBD Kabupaten Lingga sebagai pengganti JKLT, karna sudah tidak dibolehkan lagi," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Muhammad Juramadi Esram, kepada Antara, Kamis.

Pendataan tersebut menurutnya tidak berhenti sampai disitu saja, pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Sosial telah melakukan pendataan tersebut sejak bulan Desember 2018 kemarin, dan sosialisasi juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga melalui berbagai cara, lewat media massa maupun komponen masyarakat di tingkat desa / kelurahan.

Migrasi dari JKLT ke JKN KIS tersebut mengacu kepada aturan pemerintah pusat, yaitu undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang mengamanatkan pengintegrasian Jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) atau di Lingga disebut dengan Jaminan kesehatan Lingga terbilang (JKLT) ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Sebenarnya persiapan itu sejak 1 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember 2018 kemarin, empat tahun masa transisi Awe-Nizar, yang dimulai tahun 2016 sejumlah 5000 jiwa penduduk Lingga secara bertahap diintegrasikan kedalam Program Prioritas Nasional ini kemudian di tahun 2018 ditambah lagi 1.500 jiwa," ujarnya.

Jadi menurutnya tidak benar jika adanya isu bahwa pemberlakuan JKLT yang tidak diberlakukan lagi tersebut tidak disosialisasikan sebelumnya. Dibandingkan JKLT menurutnya JKN KIS penggunaannya lebih luas karena dihandel, langsung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Akses yang diberikan utk peserta JKN KIS bukan hanya sebatas di Provinsi Kepri, karena program prioritas ini adalah program nasional oleh karena itu sifatnya juga nasional, berlaku di seluruh wilayah NKRI," sebut Esram lagi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Kabupaten Lingga tahun 2019 berjumlah 89.501 jiwa dan yang telah menjadi peserta JKN KIS berjumlah 79.901 jiwa, artinya sudah 89,27 persen penduduk Lingga yang tercover JKN KIS. Untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC)  Kabupaten Lingga hanya perlu menambah sekitar 5.124 jiwa yang mampu agar berpartisipasi dlm JKN KIS mandiri. (Antara)  
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar