Wapres: Biaya kontainer Batam harus lebih murah dari Tanjungpriok

id wapres, biaya kontainer, batam,pelabuhan batuampar

Wapres: Biaya kontainer Batam harus lebih murah dari Tanjungpriok

Wapres Jusuf Kalla mendatangi wartawan usai memimpin rapat tertutup di Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Batam, Selasa (2/4). Wapres mengatakan tarif di Pelabuhan Batuampar Batam harus lebih murah dibandingkan Pelabuhan Tanjungpriok Jakarta. (Naim)

Barang 3 kali bolak-balik, ini bikin mahal
Batam (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam harus melakukan efesinsi agar biaya kontainer di Pelabuhan Batuampar lebih murah dibandingkan Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta.

"Harus lebih murah dibandingkan Tanjungpriok," kata Wapres usai rapat tertutup di Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Batam, Selasa.

Wapres mengatakan ia sengaja mengadakan rapat di Batam untuk meyakinkan bahwa pihak terkait telah melakukan efesiensi di Pelabuhan Batuampar.

Menurut dia, di pelabuhan yang berseberangan dengan Singapura itu, masih terdapat banyak biaya-biaya yang sebenarnya tidak perlu dan atau masih bisa ditekan.

Biaya yang semestinya bisa ditekan, bahkan ditiadakan, antara lain pemeriksaan barang di Singapura. Padahal semestinya bisa dilakukan di Batam saja.

Di tempat yang sama, Kepala BP Kawasan Batam, Edy Putra Irawady mengatakan pihaknya telah bekerja untuk melakukan efesiensi.

"Kami turunkan dari 400 dolar AS menjadi 250 dolar AS per box. Artinya permintaan Pak Wapres, sudah kita lalukan," kata dia.

Ia mengakui, biaya logistik di Pelabuhan Batuampar sebelumnya memang relatif lebih tinggi, karena semua barang harus dikirim kembali ke Singapura.

Efesiensi waktu yang berujung dengan mahalnya biaya juga harus dialami kapal yang bongkar muat di Batam. Ia menjelaskan, barang yang mau dikirim harus menginap setidaknya 2 hari di pelabuhan.

Kontainer yang ingin dikirim harus dikirim dulu ke Singapura untuk diberi sertifikat, kemudian dikirim ke Batam lagi, untuk diisi barang, baru kemudian ke luar menuju tempat tujuan.

"Barang 3 kali bolak-balik, ini bikin mahal," kata dia.

Keterbatasan "crane" juga menjadi kendala. Pelabuhan Batuampar masih menggunakan "crane" dengan kapasitas kecil, sehingga pengerjaan bongkar muat menjadi lama.

"Sekarang dalam 1 jam, 5 box kargo. Kalau pakai 'crane harbour mobile crane', dalam 1 jam bisa 45 box kargo, sehingga kapal tak perlu nginap," kata dia.

Baca juga: Wapres: Batam tetap kawasan FTZ

Baca juga: Wapres Minta Kadin Tidak Hanya Mengeluh

 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar