Kapolres: 76 TPS Karimun kategori sangat rawan

id TPS sangat rawan,kapolres karimun,pengamanan pemilu di karimun

Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 yang digelar Polres Karimun di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kamis. (Antaranews Kepri/Istimewa)

Itu berdasarkan pemetaan yang telah kita lakukan. Kemudian ada 126 TPS masuk kategori Rawan dan 177 TPS kategori Kurang Rawan
Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Karimun, Kepulauan Riau, AKBP Hengky Pramudya menyatakan sebanyak 76 dari 780 TPS untuk Pemilu 17 April 2019 masuk kategori Sangat Rawan.

"Itu berdasarkan pemetaan yang telah kita lakukan. Kemudian ada 126 TPS masuk kategori Rawan dan 177 TPS kategori Kurang Rawan," kata dia di sela Simulasi Siste Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Hengky Pramudya mengatakan, untuk TPS kategori sangat rawan akan dijaga 2 polisi untuk satu TPS dan dibantu dua personel Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Sedangkan TPS kategori rawan akan dijaga dua polisi untuk dua TPS dan dibantu 4 Linmas, dan TPS kategori kurang rawan dijaga 2 polisi untuk delapan TPS dan dibantu 16 Linmas.

Dijelaskannya, TPS kategori sangat rawan merupakan TPS yang pada pernah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta jauh dari kantor polisi.

TPS kategori rawan merupakan TPS yang berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas dengan jumlah penduduk yang sangat padat.

Sedangkan TPS kategori kurang rawan merupakan TPS yang tidak berpotensi terjadi konflik namun jauh dari kantor polisi.

"Jauh dari kantor polisi seperti di daerah pulau-pulau," kata dia.

Untuk pengamanan TPS pada hari pemungutan suara, Kapolres mengatakan telah mendapat bantuan sebanyak 172 personel dari Polda Kepri.

"Kalau mengandalkan personel Polres jelas tidak cukup untuk mengamankan 780 TPS, makanya jauh-jauh hari kita meminta tambahan personel. Dan kita juga punya satu kompi Brimob yang siap dikerahkan jika dibutuhkan," tuturnya.

Pihaknya juga telah meminta dukungan pengamanan dari TNI untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas dalam proses pemungutan hingga perhitungan suara. 

"Pengamanan tidak hanya di TPS-TPS, tetapi juga pada objek-objek vital," kata dia.

TNI dan Polri, kata dia, berkomitmen untuk mewujudkan keamanan dan kelancaran Pemilu 17 April 2019.

Dia mengimbau masyarakat berperan aktif untuk mewujudkan pemilu yang aman, damai dan lancar. 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar