Ratusan mahasiswa UMRAH Tanjungpinang blokade jalan kampus

id Mahasiswa,blokade,jalan,kampus,umrah,tanjungpinang,UMRAH, mahasiswa UMRAH,demo UMRAH

Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melakukan aksi blokade jalan menuju kampus di Senggarang, Jumat. (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Ratusan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Kepulauan Riau memblokade jalan masuk ke kampus di Senggarang.

Aksi blokade jalan ke kampus dilakukan pada Kamis (2/4) tengah malam hingga Jumat (3/4) dini hari. Penutupan dilakukan mahasiswa dengan meletakkan kursi yang rusak dan barang-barang rusak lain di tengah jalan.

Pada Jumat pagi, sejumlah mahasiswa dan supir kampus membuka blokade jalan tersebut.

Presiden Mahasiswa UMRAH Tanjungpinang, Rindi Apriadi mengatakan blokade jalan itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada pihak kampus yang dianggap tidak memberikan fasilitas memadai.

"Kami sudah melakukan survei kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas kampus. Hasilnya, kebanyakan dari mereka kecewa," katanya.

Upaya mendorong pihak kampus untuk memperhatikan sarana prasarana kampus sudah dilakukan dengan cara berdialog, namun tidak ditemukan kesepakatan. Fasilitas kampus yang dibutuhkan antara lain, bus kampus, fasilitas ruang belajar dan toilet kampus.

Menurut dia, hingga kini, jumlah bus yang tersedia tidak baik cukup melayani mahasiswa. Bahkan mengakibatkan sejumlah mahasiswa luka akibat berdesak-desakan.

Padahal, bus menjadi kebutuhan penting lantaran di sekitar kampus tidak tersedia kamar kos sehingga mahasiswa terpaksa menyewa kamar di kawasan perkotaan, sedangkan biaya jasa angkot cukup besar jika harus dibayar mahasiswa setiap kali pergi ke kampus.

"Ada sejumlah mahasiswa yang menggunakan angkot. Mereka terpaksa agar tidak terlambat tiba di kampus. Karena tidak ada pilihan lain," tegasnya.

Selain itu, pada beberapa ruang kelas, masih ditemukan papan tulis yang tidak dipasang dan kursi yang patah.

"Bagaimana mungkin dosen dapat mengajar maksimal kalau ruang kelas yang kecil, pengap dan panas, tidak ada kipas angin. Seharusnya ruang kelas itu dibuat nyaman," tegasnya.

Sementara jumlah toilet juga dinilai kurang, hingga dapat menimbulkan permasalahan kesehatan bagi mahasiswa yang kerap menahan buang air kecil maupun buang air besar.

"Kami juga temukan toilet yang tidak berfungsi. Tentu ini harus menjadi catatan penting bagi pihak kampus," ucapnya.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Rektorat UMRAH di Dompak, mahasiswa menjelaskan bahwa salah satu penerimaan negara bukan pajak bersumber dari PTN, yang seharusnya digunakan untuk operasional dan investasi kampus.

Mahasiswa menuntut perbaikan seluruh ruang kelas di kampus, akses WIFI yang baik untuk menunjang proses belajar, penambahan armada bus, penggunaan fasilitas kampus di waktu libur dan memberikan Fasilitas yang baik untuk menunjang proses belajar.

Pihak kampus meminta waktu kepada mahasiswa untuk memenuhi tuntutan mahasiswa, disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan ketersediaan anggaran.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar