BP Batam promosikan potensi Batam di Tiongkok dan Rusia

id bp batam,promosi investasi batam

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady (kiri) saat menjadi narasumber dalam acara Indonesian-Russian Business Forum pada 25 April 2019 lalu. (Antaranews Kepri/Dok Humas BP Batam).

Batam (ANTARA) - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady mempromosikan potensi yang dimiliki Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau di Tiongkok dan Rusia.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, di Batam, Senin, mengatakan kedatangannya di Rusia atas undangan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, M. Wahid Supriyadi untuk menjadi salah satu pembicara dalam acara Indonesian-Russian Business Forum pada 25 April lalu di Kazan, Rusia.

"Itu merupakan rangkaian kegiatan dari 11th Kazan Summit di Kazan, Rusia," katanya.

Pada kesempatan itu lanjut Edy, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Tatarstan, Albert Karimov menyambut baik penyelenggaraan forum bisnis Rl-Rusia di Kazan sebagai upaya untuk mengembangkan hubungan Indonesia - Rusia, khususnya Tatarstan terutama di sektor industri halal. 

Dalam forum tersebut, Edy mengemukakan tentang potensi investasi di Batam. Batam lanjut Edy, mempunyai potensi sebagai daerah untuk manufakturing serta jasa-jasa lainnya.

Seperti keuangan, kesehatan, pendidikan, logistik dan pariwisata. "Hasil yang dicapai dari promosi Batam di Rusia ini adalah Dubes RI di Moskow akan  membawa delegasi bisnis untuk melakukan investasi di Batam pada tahun ini juga, dengan beberapa potensi usaha terutama yang berkaitan dengan manufakturing dan sektor jasa yang ditawarkan oleh BP Batam," paparnya.

Sebelum melakukan lawatan ke Rusia, Kepala BP Batam melakukan kunjungan ke Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok, pada 20 hingga 23 April menghadiri undangan dari Jimei University untuk melihat perkembangan serta menjajaki kerjasama di sektor perikanan, navigasi (transportasi dan logistik). 

Kata Edy, Jimei university sangat tertarik untuk membuka centre of excellence di bidang kemaritiman dan perikanan di Batam.

Edy mengatakan, hasil dari kunjungan ke Tiongkok adalah beberapa pengusaha China tertarik akan berinvestasi di FTZ Batam.

"Dubes RI di Beijing akan mengundang beberapa pelaku usaha yang potensial untuk berinvestasi dan berkunjung ke Batam pada bulan Mei atau Juni 2019 dan akan diupayakan direct call dari Batam ke Tiongkok  melalui perusahaan pelayaran China," pungkasnya.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar