Bupati Lingga akan resmikan museum timah Singkep

id Bupati Lingga akan resmikan moseum timah Singkep Lingga

Bupati Lingga akan resmikan museum timah Singkep

Pagoda Dabosingkep, yang akan dijadikan museum sementara MTS (Nurjali)

Alasan lainnya, biasanya pada moment hari raya idul fitri banyak keluarga dan sahabat kita yang balek kampung
Lingga (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, membenarkan bahwa Bupati Lingga Alias Wello akan mengesahkan museum kedua di Kabupaten Lingga, yaitu museum timah, yang sementara ini akan  bertempat di Pagoda Dabosingkep, Kabupaten Lingga.

"Kalau tidak ada perubahan tanggal 23 Mei 2019 ini diresmikan bupati, bangunan sementaranya," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Datok Muhammad Ishak, kepada Antara, Selasa.

Museum Timah ini, merupakan museum kedua di Kabupaten Lingga, setelah terlebih dahulu berdirinya Museum Linggam Cahaya yang ada di Daik Lingga, yang berisi berbagai benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Riau Lingga. Sementara Museum Timah ini nantinya akan diisi benda-benda peninggalan bersejarah kejayaan Timah di pulau Singkep.

Segala bentuk persiapan, untuk peresmian museum tersebut juga sudah dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, mulai dari mendistribusikan undangan, dan persiapan lainnya salah satunya adalah doa selamat sempena peresmian dan pembukaan Museum Timah di Dabosingkep, Kabupaten Lingga. 

"Mimpi kita untuk mewujudkan museum timah ini, akhirnya akan menjadi kenyataan setelah diresmikan oleh Bupati Lingga nanti," ujarnya.

Meskipun masih bangunan sementara, namun upaya Datok Muhammad Ishak yang juga ketua LAM Kabupaten Lingga tersebut, sudah dapat dibuktikan. Dan untuk melancarkan museum tersebut, dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Singkep, selaku pemilik wilayah Pagoda Singkep, dan juga Satpol PP Kabupaten Lingga untuk menjamin pengamanan museum tersebut selama 24 jam.

"Alhamdulillah semua direspon dengan baik berbagai pihak, dan terjalin kerjasama yang maksimal," sebutnya.

Nantinya museum yang akan diberi nama Museum Timah Singkep (MTS) ini akan dipajangkan berbagai koleksi, exs Unit Pengelola Timah Singkep (UPTS) yang merupakan hibah dari beberapa karyawan yang dulunya merupakan karyawan UPTS. Selain itu ada juga dari beberapa pejabat, maupun masyarakat umum yang menyumbangkan koleksinya.

Adapun alasan diresmikannya MTS ini di bulan Ramadhan, menurut Datok Muhammad Ishak ada beberapa hal yang menjadi pertimbangannya antara lain. Agar apa yang telah diprogram ini khususnya MTS di masa mendatang diharapkan mendapat keberkahan dan berkembang pesat di masa mendatang.

Kemudian dirinya juga berharap, ke depan agar segera dibangun gedung MTS yang representatif, sebagaimana standar dan layaknya sebuah museum.

"Alasan lainnya, biasanya pada moment Hari Raya Idul Fitri banyak keluarga dan sahabat kita yang balek kampung," sebutnya.

Dengan adanya tradisi mudik Lebaran balek kampung ini, diyakini akan banyak pihak-pihak yang peduli, khususnya mereka yang mencintai kampung halamannya untuk memberikan perhatian demi perkembangan dan kemajuan MTS ini nantinya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar