Kapolresta ajak seluruh elemen ciptakan iklim politik kondusif

id Gugatan mk, pemilu 2019, polri

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki. (ANTARA/Pradanna Putra Tampi)

Isu keamanan menjadi perhatian Polri menjelang keputusan Mahkamah Konstitusi, yang dimana tensi pesta demokrasi tahun ini diketahui masih berpotensi menimbulkan gejolak,
Batam (ANTARA) - Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengajak seluruh elemen masyarakat menciptakan iklim politik yang kondusif menjelang putusan Mahkamah Konstitusi terkait gugatan Pemilu pada 28 Juni 2019 mendatang.

"Isu keamanan menjadi perhatian Polri menjelang putusan Mahkamah Konstitusi, yang mana tensi pesta demokrasi tahun ini diketahui masih berpotensi menimbulkan gejolak," kata Hengki saat menggelar halal bihalal di Mapolresta Barelang, Selasa.

Hengki mengungkapkan untuk menyuarakan kondusivitas di tengah masyarakat ia pun mengumpulkan tokoh agama, tokoh masyarakat hingga mahasiswa untuk meminimalisir adanya pergerakan massa ke Jakarta.

"Pendekatan secara persuasif terus kita lakukan agar segala bentuk provokasi yang bisa memicu perpecahan terkait hasil gugatan ini dapat teratasi," ucapnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat Batam dapat menahan diri, dan menyerahkan sepenuhnya proses pesta demokrasi ini kepada lembaga negara yang telah diberi mandat tersebut.

"28 Juni mendatang adalah penentuan nasib bangsa untuk menentukan calon pemimpin, dan kita tidak usah ke Jakarta. Mari hindari juga berita hoaks yang bisa memprovokasi, serta bersama kita ciptakan iklim politik yang sejuk," tegasnya.
Sejumlah tokoh agama, masyarakat dan mahasiswa mendeklarasikan penolakan terhadap aksi kekerasan dalam pesta demokrasi 2019.(ANTARA/Pradanna Putra Tampi)

Ketua Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kepri, KH Didi Suryadi menyatakan dukungannya terhadap Polri untuk menciptakan suasana yang kondusif saat pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini yang masih terjadi.

"Pesta demokrasi telah usai. Mari kita kembali bersatu membangun negeri ini dengan kebersamaan. Masyarakat juga jangan terpancing dengan provokator yang dapat membuat bentrok kita dengan aparat," kata Didi.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unrika, Tengku April mengatakan ia dan rekan mahasiswa BEM di Batam sepakat untuk mendukung keamanan usai Pemilu.

"Kami mengecam keras atas aksi unjuk rasa yang terjadi pada 22 Mei lalu, dan BEM Kota Batam menolak kekerasan menjelang keputusan MK di Jakarta," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar