Juli minyak tanah subsidi di Karimun ditarik penuh

id minyak tanah subsidi,konversi minyak tanah,gas elpiji,karimun

Juli minyak tanah subsidi di Karimun ditarik penuh

Ilustrasi - Warga mengantre gas elpiji pada agen penyalur resmi di ruas Jalan Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat. (Antara/Teuku Dedi Iskandar)

Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menyebutkan mulai Juli ini, minyak tanah bersubsidi ditarik penuh sebagai bagian dari program konversi minyak tanah ke gas elpiji yang diberlakukan sejak Desember 2018.

"Seharusnya sudah ditarik penuh bulan ini, namun karena bertepatan dengan Lebaran maka ditunda pada Juli," kata Kepala Disdagkop, UKM dan ESDM Karimun Muhammad Yosli di Tanjung Balai Karimun,, Selasa.

Muhammad Yosli mengatakan sejak Desember 2018, minyak tanah bersubsidi ditarik secara bertahap dari total kuota yang diberikan kepada seluruh agen premium dan minyak solar (APMS).

Penarikan secara bertahap, menurut dia, untuk mengantisipasi kelangkaan minyak tanah sementara pendistribusian gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram belum optimal.

"Dan sekarang pasokan elpiji bersubsidi 3 kilogram sudah lancar, jadi Pertamina mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan pendistribusian minyak tanah bersubsidi," kata dia.

Yosli mengimbau kepada masyarakat yang masih menggunakan minyak tanah bersubsidi segera beralih ke gas elpiji sehingga tidak mengalami kesulitan setelah minyak tanah bersubsidi ditiadakan.

"Nanti yang ada hanya minyak tanah nonsubsidi, harganya sangat mahal. Saya tidak hafal, tapi per liter di atas Rp10.000," katanya.

Dia menjelaskan, kuota minyak tanah bersubsidi yang sudah dijual kepada masyarakat hingga April 2019 mencapai 2.863.800 liter, atau sebanyak 715.950 liter per bulan.

Sedangkan pada Juni, gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang sudah beredar mencapai 135 tabung melalui 5 agen yang membawahi 302 pangkalan.

"Isi ulang gas elpiji 3 kilogram juga sudah berjalan lancar. Kita akan perbanyak penyalur sehingga mudah ditemui masyarakat," kata dia.

Dia mengatakan harga gas elpiji bersubsidi sebenarnya cukup murah dan lebih ekonomis. Dengan beralih ke gas elpiji, kata dia, maka beban subsidi dari negara untuk minyak tanah bisa berkurang.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar