Kecelakaan lalu lintas di Kepri naik selama Operasi Ketupat Seligi 2019

id Kasus kecelakaan

Kecelakaan lalu lintas di Kepri naik selama Operasi Ketupat Seligi 2019

Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi 2019 dan Kesiapan pengamanan sidang PHPU di MK, di Mapolres Tanjungpinang, Polda Kepri, Kamis (13/6). (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2019 di wilayah Polda Kepulauan Riau (Kepri), kasus kecelakaan lalu lintas naik 33 persen selama operasi tersebut, yakni dari enam kasus di 2018 menjadi sembilan kasus di 2019.

"Berarti adanya peningkatan sebanyak tiga kasus," kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi saat memimpin Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi 2019 dan Kesiapan Dalam Rangka Pengamanan Sidang PHPU di Mapolres setempat, Kamis.

Selain itu, kata Ucok, selama operasi ini juga terdapat lima kasus kriminalitas yang paling menonjol, yaitu pencurian pemberatan (curat) satu kasus, pencurian kekerasan (curas) dua kasus, penipuan satu kasus, serta penemuan mayat satu kasus.

Sementara, untuk penumpang yang berangkat melalui pelabuhan laut tercatat sebanyak 286.474 orang dan kedatangan sebanyak 235.922 orang, dengan 51 pelabuhan laut yang ada di Provinsi Kepri.

Untuk keberangkatan melalui bandara sebanyak 69.790 orang dengan 660 penerbangan dan kedatangan sebanyak 97.057 orang dengan 617 penerbangan melalui tujuh bandara yang ada di Provinsi Kepri.

"Bapak Kapolda Kepri mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Seligi 2019 yang berakhir 10 Juni 2019. Semoga pengabdian yang telah saudara berikan dengan penuh keiklasan dapat menjadi sebuah catatan amal ibadah di hadapan Allah SWT," kata Ucok.

Dalam kesempatan ini, Ucok turut menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait agenda nasional yang akan diaksanakan, yaitu kesiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang akan digelar pada 14 Juni 2019.

Dikatakannya, seluruh jajaran Polda Kepri bekerja sama dengan TNI, pemda, stakeholder terkait dan elemen masyarakat siap bahu-membahu mewujudkan Kepri, agar tetap aman dan kondusif serta memelihara kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita menolak kerusuhan, kita menolak segala bentuk provokasi, kita tidak ingin terpecah belah oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan sesaat, kita cinta perdamaian," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar