PKS minta Jokowi perkuat pertahanan dan keamanan di Kepri

id pks kepri

PKS minta Jokowi perkuat pertahanan dan keamanan di Kepri

Wakil Ketua DPW PKS Provinsi Kepri, Iskandarsyah. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta presiden terpilih, Joko Widodo memperkuat keamanan dan pertahanan Kepri karena berbatasan langsung dengan berbagai negara.

"Selama ini pertahanan dan keamanan di Kepri cukup baik, namun perlu ditingkatkan," kata Wakil Ketua DPW PKS Iskandarsyah di Tanjungpinang, Sabtu.

Menurut Iskandarsyah, beberapa isu keamanan dan pertahanan di Kepri yang patut menjadi atensi pusat ialah terkait maraknya penyeludupan orang atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia melalui perairan Kepri.

Dia mencontohkan, sekitar pertengahan bulan Juni 2019 lalu, jajaran Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepri menggagalkan upaya penyeludupan 21 TKI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia, di Kawasan Pantai Nongsa, Batam.

Puluhan TKI ilegal itu Semuanya berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Penyeludupan ini sudah berulang kali terjadi, pemerintah harus bertindak cepat dan tegas," ujarnya.

Selain itu, kata dia, masalah lain yang tak kalah penting dan menjadi perhatian bersama adalah penyeludupan narkoba.

Selama ini, lanjutnya, Kepri masih menjadi primadona pintu masuk perdagangan narkoba ke wilayah lainnya.

"Aparat kita pernah menangkap satu ton sabu-sabu di wilayah Kepri. Ini mengisyaratkan keamanan dan pertahanan kita perlu dibenahi lagi," tuturnya.

Anggota DPRD Provinsi Kepri itu turut menyarankan pemerintah pusat agar meningkatkan pengawasan terhadap nelayan asing yang kerap menangkap ikan di laut Kepri, terutama di Kabupaten Natuna dan Anambas yang berbatasan langsung dengan laut Cina Selatan.

"Selain demi menjaga kedaulatan NKRI, tugas kita juga memberikan rasa aman kepada nelayan lokal di dua daerah itu," sebut Iskandarsyah.

Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar