Dirjen BC dan Kastam Malaysia bersinergi tekan penyelundupan Selat Malaka

id Patkor kastima,Bea cukai,Kastam,Penyelundupan selat malaka

Dirjen BC Heru Pambudi (kanan) dan JKDM Datok Sri Paddy memberikan keterangan terkait Patkor Kastima di pelabuhan 99, Batam, Kamis (8/8). (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Batam (ANTARA) - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) bersama Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) bersinergi dalam menekan penyelundupan dari Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya di kawasan Selat Malaka.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, di Batam, mengatakan, Selat Malaka merupakan salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia dan sangat berpotensi terjadi pelanggaran di wilayah tersebut.

"Sehingga dibutuhkan 'extra effort' dalam mencegah kemungkinan terjadinya tindakan penyelundupan di wilayah tersebut," ujarnya, Kamis.

Kata dia, untuk mengantisipasi tindak penyeludupan, DJBC dan JKDM mengambil langkah taktis dan sinergis yaitu melaksanakan Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) ke-25.

"Ini merupakan salah satu bentuk nyata untuk melaksanakan Instruksi Presiden Republik Indonesia dan sebagai salah satu program peningkatan pengawasan yang merupakan bagian dari Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai," jelasnya.

Dirjen Bea Cukai mengatakan, pelaksanaan operasi kali ini merupakan hasil dari evaluasi pelaksanaan Patkor Kastima ke-24 tahun lalu yang menghasilkan efek positif, tidak hanya dari segi jumlah dan jenis tangkapan, namun juga meningkatkan kerja sama instansi kepabeanan kedua negara.

"Patkor Kastima ini merupakan bukti eratnya hubungan bilateral dalam bidang Kepabeanan dan Cukai yang telah terbangun sejak 24 Juli 1994," paparnya.

Kata dia, operasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan penegakan undang-undang kepabeanan kedua negara dan menjalin kerja sama dalam melaksanakan patroli laut baik secara terkoordinasi maupun patroli laut rutin.

"Serta sebagai upaya preventif maupun represif dalam rangka memberantas perdagangan ilegal dan penyelundupan barang ilegal di perairan Selat Melaka, antara lain narkotika, rokok, minuman keras (liquor), pakaian bekas (balepressed), dan barang larangan atau pembatasan lainnya," jelasnya.

Patkor Kastima ke-25 lanjutnya, dibagi dalam 2 (dua) tahap. Yaitu Patkor Kastima 25A dan Patkor Kastima 25B. 

Dalam Patkor Kastima 25A, DJBC mengerahkan enam unit Fast Patrol Boat seri 38 Meter dan 28 Meter serta empat unit speedboat.

Sedangkan JKDM mengerahkan lima Kapal Perantas dan lima Kapal Penumpas dalam kurun waktu kurang lebih 3 minggu ke depan. 

"Sedangkan Patkor Kastima 25B akan dibahas lebih lanjut," ujarnya. 

Menurutnya, pada Patkor Kastima ke-24 tahun lalu, terdapat 12 penindakan terhadap berbagai pelanggaran yang telah berhasil digagalkan operasi Patroli Laut Bea Cukai.

Dengan rincian enam penindakan terhadap penyelundupan bahan bangunan, sepeda motor, hingga kayu papan pada Patkor Kastima 24A.

Kemudian enam penindakan terhadap penyelundupan crude oil, rokok, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan bawang.

"Pelaksanaan Patkor Kastima ke-25 ini merupakan bukti keseriusan pemerintah baik Indonesia dan Malaysia dalam mengamankan wilayah Selat Malaka dari tindakan penyelundupan yang dapat merugikan dua negara," jelasnya.

Kedepan lanjutnya diharapkan kualitas berbagi  informasi dan semangat dalam pelaksanaan Patkor Kastima dapat berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di perairan Selat Malaka.

Serta menindak setiap kegiatan perdagangan ilegal yang merugikan kedua negara sehingga tercipta iklim yang kondusif di Selat Malaka yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran kedua negara.

Dirjen JKDM, Datus Sri Paddy, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya kerjasama itu dapat menekan angka penyelundupan di Indonesia dan Malaysia.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar