Pengamat: penetapan Dirut BUMD Tanjungpinang berpotensi diintervensi

id Pengamat,penetapan, Dirut, BUMD, Tanjungpinang, potensial,diintervensi

Pengamat: penetapan Dirut BUMD Tanjungpinang berpotensi diintervensi

BUMD Tanjungpinang memperoleh pendapatan dari bagi hasil pendapatan di Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang. (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Direkrut Utama PT Tanjungpinang Maju Bersama (BUMD) yang sampai sekarang belum ditetapkan berdasarkan hasil penyeleksian potensial diintervensi pihak tertentu, kata pengamat hukum, Faisal.

"Tim seleksi sudah melaksanakan tugasnya, tetapi Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul sampai sekarang belum menentukan tiga besar dari lima orang yang lolos seleksi. Ada apa?" ujarnya di Tanjungpinang, Kamis.

Faisal mengatakan penetapan Dirut BUMD Tanjungpinang yang lama dapat menimbulkan persepsi negatif. Apalagi sejak pertengahan penyeleksian sudah muncul berbagai isu negatif sehingga memang Wali Kota Tanjungpinang Syahrul harus menetapkan figur yang tepat dan layak sebagai Dirut BUMD Tanjungpinang.

Jika terdapat perbedaan pendapat terkait persoalan teknis pelaksanaan penyeleksian seharusnya diselesaikan lebih awal sehingga proses penyeleksian tidak berlarut-larut.

Contohnya, permasalahan mantan caleg yang ikut penyeleksian, dan saat ini sebagai kandidat direktur utama. Kemudian permasalahan tidak dilibatkannya anggota legislatif sebagai anggota panitia penyeleksian.

Menurut dia, caleg yang sudah menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota partai, secara sah sudah tidak lagi sebagai caleg dan anggota partai. Sementara terkait perda yang menegaskan keterlibatan sebagai panitia seleksi dapat direvisi pasal-pasal yang menyatakan hal itu.

"Atau Pemkot Tanjungpinang mengambil keputusan berdasarkan kajian tim hukumnya. Itu 'kan tidak sulit jika ada kemauan," ujarnya, yang juga ikut dalam menyeleksian Dirut BUMD Kepri belum lama ini.

Faisal juga mengingatkan Wali Kota Tanjungpinang untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan, jangan sampai BUMD Tanjungpinang yang sekarang berjalan cukup baik dinahkodai oleh orang yang tidak memiliki pemahaman manajemen perusahaan dan bisnis.

"Jadi memang sebaiknya dipilih orang yang memiliki pengalaman. Saya gagal menjadi Dirut BUMD Kepri lantaran tidak memiliki pengalaman soal bisnis," katanya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar