Besok pencarian dua korban terapung di Selat Singapura dilanjutkan

id Operasi SAR

SAR cari dua orang yang dilaporkan terapung di Selat Singapura, Jumat. ANTARA/HO-SAR Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA) - Kantor SAR Tanjungpinang, Kepulauan Riau belum berhasil menemukan dua orang yang dilaporkan terapung di Selat Singapura, Jumat pagi.

"Pencarian hari ini masih nihil, akan dilanjutkan besok pagi," kata Kepala Seksi Operasional SAR Tanjungpinang, Eko Supriyanto melalui siaran pers yang diterima ANTARA, Jumat malam.

Eko mengungkapkan, operasi SAR dengan kata kunci Man Over Boat (MOB) tersebut berawal dari informasi yang diterima dari Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) melalui Kapal Black Forest, yang melihat dua orang terapung pada posisi 01 17.40 N 104 20.63 E.

Setelah menerima informasi itu, lanjutnya, Tim Rescue Boat 209 yang terdiri dari ABK 17 orang, empat orang rescuer dan satu orang humas bergerak menuju lokasi yang dilaporkan sekitar pukul 11.00 WIB.

Kemudian sekitar pukul 13.3O WIB, tim tiba di lokasi dan langsung melaksanakan pencarian serta penyisiran di sekitar lokasi sampai dengan pukul 17.30 WIB, dengan hasil nihil.

"Sampai saat ini kami juga belum mengetahui identitas kedua orang tersebut," ungkapnya.

Dia menambahkan, pencarian ini melibatkan tiga negara, yakni Kantor SAR Tanjungpinang, Guskamla Armada I, PLP Tanjung Uban, RCC Singapura serta MRCC Johor Baru, Malaysia.

"Pencarian dilakukan di perbatasan masing-masing," imbuhnya.

Adapun alat-alat yang digunakan dalam operasi kali ini ialah RB 209 (Basarnas Tanjungpinang), KRI Kujang (Guskamla Armada 1), KN Sarotama (PLP Tanjung Uban), Pelitir 50 (Kapal Navy Malaysia), Singapure Navy Soverrignity, dan Singapure Coast Guard Ph55.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar