Disperindag Batam dorong pekerja pasar daftar BPJS Ketenagakerjaan

id pasar sadar bpjs,bpjs ketenagakerjaan batam,bpjs mandiri

Pejabat Pemkot Batam Kepulauan Riau dan jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya Batam berfoto bersama usai menandatangani kesepakatan kerja sama di Batam, Selasa (3/9/2019). (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Kepulauan Riau mendorong agar pekerja di lingkungan pasar mendaftar dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan agar terlindung dari risiko kerja, seperti risiko kecelakaan, kematian, hari tua dan sejahtera masuk masa pensiun.

"Dalam rangka menyelamatkan tenaga kerja, kami melakukan terobosan dengan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan mencanangkan pekerja pasar sadar jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, Selasa.

Ia mengatakan dari 48 pasar yang ada di Batam, masih terdapat sekitar 9.000 pekerja tenaga harian lepas dan pekerja kios yang belum terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Padahal, ikut serta dalam BPJS Ketenagakerjaan merupakan hal yang penting agar pekerja terlindungi.

Apalagi, Batam hendak menuju "Smart City". Untuk itu pekerjanya harus terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Pebrialin berharap seluruh pekerja di Batam, khususnya yang berada di pasar, agar terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami tidak inginkan jika terjadi musibah, pekerja tidak terlindungi," kata dia.

Saat ini masih banyak pekerja dan majikan yang belum sadar akan pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Karenanya, Pemkot bersama BPJS Ketenagakerjaan selalu melakukan sosialisasi di berbagai tempat.

"Kami tidak ingin mengulang kejadian di Karimun yang menelan korban jiwa, beberapa pekerja tidak terlindungi sehingga pekerja atau ahli waris tidak mendapat santunan," kata dia.

Senada dengan Pebrialin, Kepala Kantor Cabang Batam Nagoya Surya Rizal mengatakan pihaknya terus melaksanakan sosialisasi dan edukasi pentingnya jaminan sosial.

"Kalau kerja di toko, pemiliknya yang bayar. Itu tanggung jawab pemberi kerja," kata dia.*
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar