Wali Kota resmikan penggunaan Masjid Sultan

id Masjid sultan batam

Wali Kota resmikan penggunaan Masjid Sultan

Ribuan warga menghadiri peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Kota Batam, Jumat. (ANTARA/HO/Humas Pemkot Batam)

Batam (ANTARA) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau Muhammad Rudi meresmikan penggunaan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, masjid terbesar di Sumatera yang bisa menampung 25.000 jamaah.

Peresmian dilaksanakan dalam Tabligh Akbar Kemilau Muharram 1441 H/ 2019 sekaligus peresmian masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dengan menghadirkan dai kondang Ustad Abdul Somad.

Wali Kota menyampaikan, pendirian masjid itu berawal dari keprihatinannya saat menjabat sebagai anggota DPRD Kota Batam 8 tahun lalu. Kala itu, ia melihat pekerja galangan kapal Tanjunguncang terburu-buru menyelesaikan Shalat Jumat.

"Tahun 2009, ketika saya masih menjabat anggota DPRD Kota Batam, hati saya tergetar karena banyak pekerja di galangan kapal yang pergi meninggalkan masjid saat salat Jumat belum selesai. Setelah saya cari tau penyebabnya ternyata mereka terburu-buru karena dikejar waktu," kata dia.

Para pekerja terpaksa melaksanakan shalat jauh dari Tanjunguncang karena di daerah industri itu belum terdapat masjid besar.

Peletakan batu pertama masjid yang dibangun di atas lahan seluas 4,2 hektare itu dilaksanakan mendiang Ustad Arifin Ilham pada 30 April 1997.

Pemkot Batam bersama Lembaga Adat Melayu memutuskan menamai masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, pahlawan nasional asli Kepri. Sultan Mahmud Riayat Syah yang merupakan pemimpin Kesultanan Riau-Lingga-Johor dan Pahang.

"Masjid ini berdiri di atas lahan 41,422 meter persegi dengan luas bangunan 57,144 meter persegi. Dengan daya tampung jamaah 25 ribu. Pemkot Batam akan terus melakukan perluasan lahan karena bangunan masjid ini belum sempurna," katanya.

Terdapat sembilan kubah di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, yang terdiri dari satu kubah utama, empat kubah gendong, dan empat kubah kecil.

Ruang salat utama berukuran 63x63 meter atau 3.969 meter persegi. Ruang salat utama ditutup kubah utama dengan bentang 63 meter. Bagian utama masjid ini dibangun tanpa kolom, dengan konstruksi "space frame".

Dalam ceramahnya, UAS memuji bangunan masjid yang dibangun tanpa tiang.

"Jadi shaf tidak terpotong," kata dia.

UAS mengajak warga Batam untuk memakmurkan masjid, dengan melaksanakan banyak kegiatan di rumah ibadah.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki kubah dengan tinggi 41 meter, tinggi makara 12 meter dan tinggi plafon 37,98 meter.

Dinding mihrab akan dilapisi ornamen dan tulisan asmaul husna berwarna emas yang akan menambah indah ruangan salat utama.

Masjid yang dibangun dengan arsitektur Arab, Turki Melayu itu juga memiliki membran seperti di Masjid Nabawi Madinah yang menutupi area extended seluas 5.832 meter persegi. Delapan payung membran berukuran 25X25 meter ini didatangkan langsung dari Jerman.

Di bawah payung membran setinggi 17 meter ini bisa menampung 8.100 jamaah.

Masjid Sultan, juga dilengkapi menara utama setinggi 99 meter. Filosofi ketinggian menara 99 meter sesuai asmaul husna yang berjumlah 99.

Menara ini memiliki 21 lantai dan dilengkapi lift untuk mengantar jamaah naik ke atas. Menara pandang 1 setinggi 64,5 meter berada di lantai 15 dengan kapasitas 30 orang. Dari lantai 15, jamaah dan warga Batam bisa memanfaatkan fasilitas teropong untuk melihat Batam dan negara tetangga Singapura dari ketinggian. Selain menara utama setinggi 99 meter, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah juga dilengkapi lima menara kecil lain yang berada di sekeliling masjid.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar