13 warga Kepri meninggal dunia karena demam berdarah

id DBD Kepri

13 warga Kepri meninggal dunia karena demam berdarah

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, menyatakan sepanjang tahun 2019 ini jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah itu mencapai 900 orang, 13 di antaranya meninggal.

"13 orang di antaranya meninggal dunia akibat DBD," ungkap Tjetjep di Tanjungpinang, Jumat.

Menurut Tjetjep, pada tahun 2019 ini angka DBD meningkat signifikan jika dibanding tahun 2018 yang berjumlah sekitar 500 kasus DBD.

Penyebab naiknya kasus DBD, kata dia, dikarenakan masih banyak masyarakat yang lalai memberantas sarang nyamuk di tempat tinggal masing-masing.

Sarang nyamuk itu, lanjutnya, ada di bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, kaleng bekas, serta sampah plastik yang ada di halaman depan rumah.

Tjetjep menyarankan sarang-sarang nyamuk tersebut diberantas rutin sepekan sekali. Sebab, siklus pertumbuhan dari telur sampai menjadi nyamuk dewasa itu memerlukan waktu tujuh hari.

"Menguras, menutup, dan mengubur (3M) adalah langkah utama untuk membasmi jentik-jentik nyamuk di rumah dan lingkungan tempat tinggal," katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri juga akan terus melakukan sosialisasi dan upaya fogging untuk dapat meminimalisir persebaran nyamuk.

"Fogging atau pengasapan merupakan salah satu cara efektif membunuh nyamuk pembawa virus dengue yang mengakibatkan penyakit demam berdarah," tutur Tjetjep.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar