Daya beli petani di perdesaan Kepri turun

id petani di kepri, petani

Daya beli petani di perdesaan Kepri turun

Petani di Kepri naik (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat, tingkat kemampuan atau daya beli petani perdesaan turun pada bulan Oktober dibanding September 2019.

"Penurunan diakibatkan Nilai Tukar Petani (NTP) Oktober turun sebesar 0,45 persen dibanding September 2019," kata Kepala BPS Kepri, Zulkifli, Senin.

Menurut dia, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

"Semakin tinggi NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani, begitu pula sebaliknya," ungkapnya.

Dia menyampaikan penurunan NTP pada Oktober 2019 disebabkan terjadi penurunan Indeks yang diterima (It) petani sebesar 0,53 persen lebih besar jika dibandingkan Indeks yang dibayar (Ib) yang mengalami penurunan sebesar 0,08 persen.

"Indeks yang diterima petani (indeks harga hasil produksi pertanian) sebesar 124,19 lebih rendah daripada Indeks yang dibayar petani (indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian) sebesar 126,46," imbuhnya.

Dari lima subsektor yang menyusun NTP di Kepri selama Oktober 2019, lanjut Zulifli, tercatat empat subsektor mengalami penurunan NTP yaitu, subsektor tanaman pangan turun sebesar 0,43 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 1,16 persen, subsektor peternakan turun sebesar 0,89 persen, dan subsektor perikanan turun sebesar 0,44 persen.

"Sebaliknya subsektor hortikultura justru mengalami kenaikan NTP sebesar 0,44 persen," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar