Bawaslu Kepri fokus awasi distribusi logisitik Pilkada 2020

id Bawaslu

Bawaslu Kepri fokus awasi distribusi logisitik Pilkada 2020

Komisioner Bawaslu Provinsi Kepri, Indrawan Susilo. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Komisioner Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Indrawan Susilo mengatakan pengawasan penyaluran logistik surat suara ke setiap tempat pemungutan suara (TPS) menjadi perhatian utama pada Pilkada Kepri 2020.

"Hal ini mengingat kondisi Kepri yang 96 persen wilayahnya merupakan perairan, sehingga persoalan utama menyangkut penyaluran logistik jadi prioritas kami," kata Indrawan Susilo di Tanjungpinang, Rabu.

Indrawan mengatakan, terdapat sejumlah persoalan dalam penyaluran logistik Pemilu 2019 di Kepri, di antaranya kekurangan atau kelebihan surat suara di beberapa TPS.

"Hal ini juga menjadi perhatian kita bersama, agar ketersediaan logistik surat suara dapat lebih baik," ujarnya

Indrawan juga berharap KPU ke depan dapat lebih terbuka dalam memberikan data logistik.

Ia menilai selama ini KPU cenderung tidak terbuka soal data logistik itu. Padahal sudah berulang kali diingatkan.

Dia pun menyarankan KPU dapat memperbaiki manajemen pendistribusian yang dianggap tidak berjalan.

Terkait permasalahan yang terjadi pada Pemilu 2019, pihaknya akan mengajak KPU melakukan rapat koordinasi bersama agar permasalahan tersebut dapat diantisipasi dan tidak terjadi pada Pilkada 2020.

"Pilkada itu merupakan ujian bagi penyelenggara pemilu di tingkat daerah, sehingga perlu koordinasi KPU dengan Bawaslu agar permasalahan yang terjadi pada Pemilu 2019 setidak-tidaknya bisa diminimalisir," katanya.

Plt Gubernur Kepri Isdianto juga meminta agar Bawaslu Kepri mengevaluasi penyaluran logistik surat suara pemilu di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepri.

Isdianto berharap sejumlah permasalahan lain seperti penyebaran hoaks serta praktik politik uang selama Pilkada Kepri 2020 dapat diminimalisir.

"Kami mendukung Pilkada Kepri 2020 yang bermartabat dan berintegritas," kata Isdianto.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar