Penurunan harga cabai picu deflasi di Batam

id cabai

Penurunan harga cabai picu deflasi di Batam

Ilustrasi-Salah satu pedagang cabai. (ANTARA/Aris Wasita)

Batam (ANTARA) - Penurunan harga cabai merah, cabai rawit dan tarif angkutan udara mendorong deflasi di Kota Batam Kepulauan Riau pada Oktober 2019.

Tim Pengendali Inflasi Daerah mencatat Kota Batam mengalami deflasi sebesar 0,27 persen (mtm) atau inflasi 2,42 persen (yoy).

"Komoditas utama penyumbang deflasi Batam adalah cabai merah, angkutan udara dan cabai rawit," kata anggota TPID Kepri Eko Waluyo Purwoko di Batam, Rabu.

Sama dengan Batam, Provinsi Kepulauan Riau juga mengalami deflasi, yang didorong penurunan harga cabai merah dan cabai rawit.

Menurut TPID, penurunan harga cabai, seiring dengan makin banyaknya pasokan selama masa panen di berbagai sentra pemasok ke Kepri seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2019 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,27 persen (mtm), tidak sedalam bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,49 persen (mtm).

TPID mencatat, kelompok bahan makanan mengalami deflasi 1,06 persen (mtm) dengan andil -0,24 persen (mtm) dengan komoditas utama cabai merah dan cabai rawit.

Cabai merah dan cabai rawit mengalami deflasi masing-masing sebesar 14,92 persen (mtm) dan 16,92 persen (mtm) dengan andil masing-masing -0,24 persen (mtm) dan -0,05 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi Kepri pada Oktober 2019 tercatat sebesar 2,38 persen (yoy) atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,82 persen (yoy) maupun inflasi tahunan Nasional pada Oktober 2019 sebesar 3,13 persen (yoy).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi Kepri hingga Oktober 2019 tercatat sebesar 0,78 persen (ytd).

"Masih berada dalam kisaran sasaran inflasi 3,5 ± 1 persen (yoy) pada akhir tahun 2019," kata dia optimistis.
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar