Nelayan Natuna tolak kehadiran Nelayan Pantura

id Natuna, laut natuna, nelayan natuna, nelayan pantura, illegal fishing

Nelayan Natuna tolak kehadiran Nelayan Pantura

Aliansi Nelayan Natuna usai melakukan rapat koordinasi bersama perkumpulan nelayan se Kabupaten Natuna dan menyampaikan sikap terbuka di Natuna Hotel, Ranai, Natuna, Minggu (12/1). (ANTARA/cherman)

Natuna (ANTARA) - Aliansi Nelayan Natuna menyampaikan pernyataan sikap terkait isu kedatangan Nelayan Pantura yang akan beroperasi di laut Natuna, terutama kapal yang menggunakan alat tangkap cantrang.

"Ada tiga poin pernyataan sikap kami menolak kehadiran nelayan pantura," kata Hendri inisiator Aliansi Nelayan Natuna usai melakukan rapat koordinasi bersama perkumpulan nelayan se Kabupaten Natuna di Natuna Hotel, Ranai, Natuna, Minggu.

Pertama, kata Hendri, Nelayan Natuna menolak rencana pemerintah memobilisasi kapal-kapal ikan pantura ke laut Natuna dengan alasan menyulitkan nelayan lokal karena akan mempersempit area penangkapan dan nelayan lokal tidak akan mampu bersaing.

"Nelayan lokal akan tersisih, keprihatinan kita itu, kita dapat informasi dari Aliansi Nelayan Indonesia bahwa mereka akan kerahkan 500 kapal cantrang ke sini," kata dia.

Kedua, tuntutan nelayan Natuna meminta pemerintah pusat meningkatkan pengamanan dan pengawasan di laut natuna utara, supaya nelayan Natuna merasa aman saat mencari ikan di laut Natuna.

"Nelayan kita selama ini juga telah beroprasi di sana (ZEE) namun yang kita minta ditingkatkan pengamanan sebagai mana yang dilakukan oleh Negara tetangga kita seperti Vietnam, China, Malaysia terhadap Nelayan mereka," ungkapnya.

Ketiga, harapan  nelayan Natuna agar pemerintah pusat mempercepat pemberdaya nelayan Natuna menjadi nelayan yang memiliki daya saing.

"Mendorong kesetaraan nelayan lokal agar mampu bersaing dengan nelayan pantura dan nelayan asing, bukan mendatangkan nelayan dari luar, itu mengatasi masalah dengan menambahkan masalah baru," kata dia.

Selain itu, Ia juga membantah bahwa di laut Natuna utara sepi keberadaan nelayan, karena selama ini telah banyak nelayan beroperasi di ZEE di antaranya nelayan dari Bintan, Karimun bahkan nelayan pantura itu sendiri pada musim tertentu.

"Tanpa didatangkan, nelayan pantura telah banyak beroprasi di laut Natuna, masalahnya area tangkap mereka mengganggu nelayan lokal, nelayan kita kalau dikatakan tidak mampu beroperasi di ZEE itu buktinya video kapal ikan asing yang viral kemarin, itu kan video nelayan kita yang ambil," tegasnya.



 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar