Logo Header Antaranews Kepri

Menkes "ngantor" di Natuna

Rabu, 5 Februari 2020 20:08 WIB
Image Print
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya ) TNI Yudo Margono, Bupati Natuna, Hamid Rizal saatelakukan jumpa pers di Bandara Lanud Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Rabu (5/2). (Antara Kepri/ Cherman)

Ranai, Natuna (ANTARA) - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan dirinya saat ini membuka kantor di Natuna agar dapat terus memantau kondisi warga negara Indonesia yang sedang menjalani masa observasi terkait virus corona.

"Kalau saya di sini, artinya ngantor. Kalau ngantor nggak duduk di belakang meja, kadang-kadang harus pergi. Saya menteri seluruh rakyat Indonesia," kata Menteri.di Natuna, Rabu.

Ia mengatakan, akan terus memantau proses observasi dan kesehatan warga tidak hanya untuk WNI yang dievakuasi dari Wuhan tetapi juga warga Natuna.

"Saya akan terus memantau sangat ketat sesuai protokol. Ketat, tapi tidak tegang," kata Menteri.

Ia mengatakan telah menempatkan seluruh staf khusus, termasuk eselon 1 di Natuna, untuk membantunya memantau secara langsung sebab dia tidak bisa selalu berada di Natuna, karena terkadang ada pekerjaan yang harus diselesaikan di Jakarta dan tempat lainnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan pemerintah telah membangun posko kesehatan untuk masyarakat Natuna.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan penanganan WNI di lokasi isolasi menggunakan protokol kesehatan.

"Alhamdulillah, TNI, kebetulan dulu juga dipimpin Pak Terawan sudah memiliki protokol-protokol yang diakui dunia," kata dia.

Ia mengatakan bangga dengan TNI, Kemenkes dan pihak terkait sehingga penanganan WNI dari Wuhan bisa baik.

"Waktu ini kejadian mereka relatif siap dalam waktu dekat, singkat," kata dia.

Meski begitu ia mengajak seluruh pihak tetap waspada dan sigap.

"Jangan panik, tenang," kata dia.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026