
Indeks Pembangunan Manusia Kepri masuk peringkat keempat nasional

"Kalau untuk ukuran Sumatera masih sama seperti tahun 2018, Kepri tetap peringkat pertama," kata Isdianto, Selasa.
Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), ujar Isdianto pembangunan manusia di Kepri pada tahun 2019 mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya IPM.
"Pada tahun 2019, IPM Kepri mencapai 75,48 persen. Angka ini meningkat sebesar 0,64 poin dibandingkan dengan IPM tahun 2018 sebesar 74,84 persen," tambahnya.
Menurut Isdianto, IPM sangat perlu untuk ditingkatkan karena hal itu merupakan indikator penting buat mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).
Dia menyebutkan, IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
Isdianto mengaku senang karena peningkatan itu ada di semua sektor. Misalnya, bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 69,80 tahun, meningkat 0,16 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,83 tahun, meningkat 0,01 tahun dibanding pada 2018," lanjut Isdianto.
Kemudian, tambah dia penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,99 tahun, meningkat 0,18 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengeluaran per kapita disesuaikan telah mencapai Rp14,466 juta pada tahun 2019, meningkat Rp490 ribu rupiah dibanding tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini karena kerja bersama semua pihak di Kepri. Semua berperan membuat Kepri menjadi semakin baik. Kita pertahankan kebersamaan dan kerja bersama ini,” ujar dia.
Pewarta : Ogen
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
