Muktamar Muhammadiyah ke-48 ditunda karena COVID-19

id Muktamar Muhammadiyah,COVID-19,virus corona,abdul mu'ti,penanganan corona

Muktamar Muhammadiyah ke-48 ditunda karena COVID-19

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah) bersama Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini (kedua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020). Kedatangannya tersebut untuk mensosialisasikan dan mengundang Presiden untuk hadir dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah pada 1-5 Juli 2020 di Kota Solo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.

Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Muhammadiyah terpaksa menunda penyelenggaraan Muktamar ke-48 akibat pandemi COVID-19 atau virus corona yang semula akan dilaksanakan pada 1-5 Juli 2020 menjadi penghujung tahun ini.

"Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah ke-48, yang semula direncanakan dilaksanakan 1-5 Juli 2020 ditunda pelaksanaannya pada tanggal 24-27 Desember 2020," kata Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.

Keputusan itu, kata Mu'ti, sesuai hasil rapat pleno PP Muhammadiyah pada Rabu (18/3).

Dia mengatakan keputusan itu diambil setelah memerhatikan masukan para dokter dan ahli epidemologi.

Selain itu, lanjut dia, keputusan tersebut juga memerhatikan keselamatan serta kesehatan peserta dan penggembira muktamar.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Riau pernah bepergian ke Malaysia

Baca juga: Satu pasien di Lampung terkonfirmasi positif COVID-19

Abdul Mu'ti mengatakan hasil rapat pleno itu akan dikomunikasikan dengan unsur internal seperti Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan 'Aisyiah sebelum ditetapkan dengan surat keputusan resmi.

Adapun Muktamar Muhammadiyah adalah ajang lima tahunan salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu. Salah satu agendanya adalah suksesi kepemimpinan Muhammadiyah.

Jutaan warga Muhammadiyah diperkirakan menghadiri Muktamar ke-48 persyarikatan itu.

Kegiatan tersebut direncanakan akan juga diikuti Muktamar 'Aisyiyah yaitu rakernas organisasi otonom/sayap Muhammadiyah yang mengurusi isu-isu perempuan.

Baca juga: Satlantas Polres Karimun semprotkan disinfektan cegah COVID-19 di angkutan umum

Baca juga: Masjid Sultan di Batam tetap terbuka bagi jamaah

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE