Sempat kabur, KM Wahyu diamankan dengan tembakan peringatan

id BC Kepri,Operasi Jaring Sriwijaya

Sempat kabur, KM Wahyu diamankan dengan tembakan peringatan

KM Wahyu digiring petugas patroli BC usai diamankan karena diduga mengangkut rokok ilegal dari Singapura. ANTARA/HO-Dok. Kanwil DJBC Khusus Kepri

Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Satgas Patroli Laut Bea Cukai yang tergabung dalam Operasi Jaring Sriwijaya 2020 mengamankan KM Wahyu diduga membawa Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) ilegal dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara karena berusaha melarikan diri.

Satgas Patroli Laut BC yang terdiri atas petugas dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau dan Kantor Pelayanan Utama BC Tipe B Batam melakukan pengejaran terhadap KM Wahyu hampir satu jam pada Minggu (31/5).

"Satgas Patroli Laut BC memberikan isyarat lisan untuk berhenti, tetapi kapal tersebut melakukan manuver untuk melarikan diri, sehingga petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan sebagai isyarat agar kapal tersebut berhenti," kata Kepala Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri Agus Yulianto dalam keterangan tertulis yang diterima di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Agus Yulianto menuturkan, kronologi penangkapan KM Wahyu berawal dari informasi bahwa terdapat kapal kayu yang tidak mengaktifkan instrument AIS yang diduga memuat barang dari perairan Singapura yang mengarah ke perairan Nongsa, Batam.

Setelah dilakukan pemantauan, kapal telah memasuki perairan Indonesia pada pukul 13.51 WIB, Minggu (31/5). 

Satgas Patroli Laut BC yang saat itu sedang berpatroli di perairan Nongsa melakukan pengejaran terhadap kapal dengan ciri-ciri yang mirip dengan informasi yang diterima sekitar pukul 14.15 WIB.

"Tindakan yang dilakukan Satgas Patroli Laut BC tersebut sebagai upaya DJBC untuk melindungi masyarakat dari barang ilegal yang berbahaya, melindungi industri dalam negeri dan penerimaan negara yang sangat kita butuhkan dalam masa penanganan pandemi COVID-19 saat ini," tutur Agus Yulianto.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Satgas Patroli Laut BC berhasil sandar setelah terjadi kejar-kejaran dan ditutup dengan tembakan peringatan terhadap kapal yang diketahui bernama KM Wahyu dengan total ABK 9 orang. 

KM Wahyu yang diduga memuat BKC HT berupa rokok ilegal asal Singapura dibawa menuju Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau di Meral, Kabupaten Karimun untuk penelitian lebih lanjut.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar