KPU Kepri bantah isu penambahan anggaran pilkada

id KPU Kepri, tepis isu, penambahan,anggaran pilkada

KPU Kepri bantah  isu penambahan anggaran pilkada

Anggota KPU Provinsi Kepri Priyo Handoko. ANTARA/Nikolas Panama

Tanjungpinang (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau menepis isu usulan penambahan anggaran pilkada ke pemerintah daerah setempat.

Anggota KPU Provinsi Kepri Priyo Handoko di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya belum mengajukan penambahan anggaran karena masih menghitung asumsi dasarnya.

"Penghitungan anggaran mulai dari soal penambahan TPS sampai jenis APD untuk setiap tahapan," ujarnya.

Priyo mengemukakan bahwa saat ini ada perkembangan baru terkait dengan pilkada pada masa pandemi COVID-19. Baru-baru ini KPU dan DPR sepakat jumlah maksimal pemilih per TPS tidak lagi 800 orang, tetapi maksimal 500 orang.

Kebijakan ini diambil sebagai penyesuaian untuk mengurangi potensi kerumunan di TPS. Dampaknya jumlah TPS akan bertambah.

"Tentu ini akan mengubah banyak hal terkait dengan anggaran, mulai honor petugas KPPS dan linmas, logistik yang dibutuhkan, sampai anggaran pembentukan TPS," ucapnya.

Hari ini sampai besok, KPU Kepri dan KPU kabupaten/kota di wilayah itu masih melakukan simulasi berapa potensi penambahan jumlah TPS tersebut.

"Insyaallah, besok sudah ada datanya," katanya.

Priyo memastikan jumlah TPS pada pilkada tidak lebih banyak dari Pemilu  2019. Ketika Pemilu 2019, jumlah maksimal pemilih per TPS 300 orang sehingga jumlah TPS sampai di atas 5.000-an.

"Kali ini meskipun ada penambahan TPS, kami prediksi jumlahnya se-Kepri masih di bawah 4.000 TPS," ucapnya.

Dalam anggaran Pilkada 2020, kata dia, semua perencanaan berbasis perkiraan jumlah TPS sebanyak 3.402.

"Kami akan terus perbarui data. Yang jelas saat ini, KPU RI masih mematangkan PKPU program, tahapan, dan jadwal yang baru, termasuk PKPU Penyelenggaraan Pemilihan pada masa pandemi," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar