Aktivitas transaksi digital di Kepri naik

id bi kepri,transaksi digital kepri,transaksi uang elektronik kepri

Aktivitas transaksi digital  di Kepri naik

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K Atmaja. (Dok BI Kepri)

Batam (ANTARA) - Bank Indonesia Kepulauan Riau mencatat aktivitas transaksi digital di wilayah provinsi setempat meningkat pada masa COVID-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K Atmaja, Rabu, menyatakan volume transaksi digital menggunakan uang elektronik menunjukan peningkatan.

"Sejak April 2020, jumlah transaksi uang elektronik di Kepri tercatat 1,34 juta transaksi dengan nominal Rp128,28 miliar, meningkat dari transaksi bulan sebelumnya," kata dia.

Jumlah transaksi menggunakan uang elektronik pada April meningkat sekitar 4,2 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan nominal transaksi meningkat 34 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sayangnya, BI tidak merinci jumlah transaksi dan nomonal transaksi pada Maret 2020. Melainkan hanya menyebutkan persentase kenaikan saja.

Sementara itu, seiring peningkatan transaksi uang elektronik, jumlah merchant QRIS di Kepri bertambah dari 15.421 unit pada akhir 2019 menjadi 35.343 unit pada 19 Juni 2020.

"Jumlah merchant QRIS di Kepri paling banyak berada di Kota Batam yaitu 28.230 unit disusul Kota Tanjungpinang sebanyak 4.681 dan Bintan sebanyak 1.340," kata dia

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan perkembangan transaksi melalui RTGS di Kepri menurun seiring dengan penurunan aktivitas usaha yang terdampak COVID-19.

Nominal transaksi SKNBI pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp2,51 Triliun atau terkontraksi -16,62 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan IV yang tumbuh 2,06 persen (yoy).

Sejalan hal tersebut, jumlah warkat SKNBI juga turun dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Namun demikian, pada April 2020 aktivitas transaksi SKNBI menunjukkan peningkatan," lanjut dia.

Sementara volume transaksi tunai pada masa COVID-19 menurun, yang tercermin dari kontraksi net outflow.

BI mencatat, pada Mei 2020, yaitu saat Idul Fitri, net outflow terkontraksi -77,1 persen (yoy) yang menunjukan adanya penurunan transaksi tunai.

"Realisasi outflow pada periode Ramadhan hingga Idul Fitri 2020 sebesar Rp1,16 triliun atau di bawah perkiraan awal sebesar Rp2,4 triliun atau 47,7 persen," kata dia.

Angka itu lebih rendah dari periode Idul Fitri 2019 sebesar Rp2,5 triliun.

Menurut dia, penurunan didorong pergeseran cuti Lebaran, larangan mudik dan pembatasan sosial, seiring dengan meningkatnya penggunaan transaksi digital di masa pandemi COVID-19.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar