Pendukung calon perseorangan Batam dan Anambas diverifikasi faktual

id PPS verifikasi faktual,pendukung, calon perseorangan,Batam dan Anambas

Pendukung calon perseorangan Batam dan Anambas diverifikasi faktual

Anggota KPU Provinsi Kepri Arison. ANTARA/Nikolas Panama

Tanjungpinang (ANTARA) - Panitia pemungutan suara (PPS) di Kota Batam dan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, mulai melakukan verifikasi faktual terhadap pendukung pasangan calon perseorangan.

Anggota KPU Provinsi Kepri Arison di Tanjungpinang, Kamis, menyebutkan calon perseorangan di Batam hanya bakal pasangan calon Rian Ernes-Yusiani Gurusinga.

Sementara itu, di Anambas, kata dia, ada dua bakal pasangan calon perseorangan, yakni Fachrizal-Johari dan Saripan-Arman.

Jumlah pendukung yang diverifikasi faktual di Batam sekitar 38.000 orang, sementara di Anambas sekitar 3.100 orang.

Verifikasi faktual berlangsung mulai 24 Juni hingga 12 Juli 2020 dengan tiga cara, yakni mendatangi rumah pendukung calon perseorang setelah verifikasi administrasi berdasarkan data KPU Batam dan KPU Kepulauan Anambas.

Jika tidak ketemu dengan orang yang memberi dukungan tersebut, disampaikan kepada petugas penghubung dari pasangan calon perseorangan untuk dikumpulkan di suatu tempat seluruh pendukung yang belum diverifikasi secara faktual.

Bila dua cara itu tidak berhasil, PPS meminta petugas penghubung pasangan calon perseorangan tersebut untuk datang ke kantor PPS.

"Kalau tiga cara itu masih gagal, berarti tidak memenuhi syarat," katanya menegaskan.

Dalam melaksanakan tugas, kata Arison, PPS dalam merekrut petugas peneliti. Jumlah petugas peneliti di masing-masing kelurahan tergantung pada kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Petugas peneliti hanya bertugas meneliti data administrasi pendukung pasangan calon perseorangan yang bersumber dari KPU Kota Batam dan KPU Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Dalam melaksanakan tugasnya, petugas di bawah kendali KPU Kota Batam dan KPU Kabupaten Kepulauan Anambas dilengkapi alat pelindung diri," katanya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar